Langgar Jam Malam untuk Cegah Virus Corona, Presiden Austria Minta Maaf

Kompas.com - 25/05/2020, 16:26 WIB
Presiden Austria Alexander van der Bellen memberikan gestur salam dalam upacara 75 tahun berdirinya republik kedua negara itu, di tengah pandemi virus corona pada 27 April 2020 di Wina. REUTERS PHOTO/LEONHARD FOEGERPresiden Austria Alexander van der Bellen memberikan gestur salam dalam upacara 75 tahun berdirinya republik kedua negara itu, di tengah pandemi virus corona pada 27 April 2020 di Wina.

WINA, KOMPAS.com - Presiden Austria Alexander van der Bellen minta maaf, setelah dia melanggar jam malam untuk mencegah virus corona.

Van der Bellen kedapatan bertahan di sebuah restoran yang berlokasi di ibu kota Wina, di mana seharusnya tutup pada pukul 23.00.

Presiden Austria berusia 76 tahun itu mengaku, dia sampai tidak tahu waktu karena mengobrol dengan seorang teman di restoran Italia.

Baca juga: Langgar Aturan Cegah Virus Corona, Wali Kota Ini Pura-pura Mati

Austria merupakan satu dari negara pertama di Eropa yang langsung menerapkan lockdown untuk mencegah penyebaran virus corona.

Negara itu juga menjadi salah satu yang melonggarkannya. Perkumpulan hingga 10 orang mulai diizinkan sejak awal Mei lalu.

Kemudian taman, Kemudian toko DIY, dan pusat botani sudah mulai bisa dikunjungi publik sejak April lalu, dilaporkan BBC Minggu (24/5/2020).

"Dengan setulus hati, saya minta maaf, Itu kesalahan," terang mantan juru bicara Partai Hijau Austria itu dalam kicauan di Twitter.

Van der Bellen mengatakan, dia pergi bersama dengan istri dan dua temannya. "Kami sampai lupa waktu karena keterusan mengobrol," jelasnya.

Dalam pemberitaan media lokal, sang presiden ketahuan oleh polisi di luar area makan selepas tengah malam pada Minggu waktu setempat.

Dalam peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah, restoran dan kafe, yang diizinkan buka pada pekan lalu, harus tutup pukul 23.00.

Pihak restoran bisa didenda jika terbukti bersalah. Alexander van der Bellen menegaskan, dia siap bertanggung jawab jika pemlik sampai mendapat kerugian.

"Kami tutup tepat waktu, sekitar pukul 23.00, begitu sajian terakhir minuman dibawakan," kata pemilik rumah makan kepada koran Krone.

Si pemilik kemudian mengungkapkan, dia mengira jika sudah tutup maka pelanggan diizinkan untuk tinggal di teras selama mereka mengizinkan.

Baca juga: 250 Warga Ditangkap karena Langgar Jam Malam Saat PSBB Sidoarjo

Baca tentang

Sumber BBC
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Eks Mata-mata Arab Saudi Klaim Putra Mahkota MBS Kirim '50 Pembunuh Bayaran'

Eks Mata-mata Arab Saudi Klaim Putra Mahkota MBS Kirim "50 Pembunuh Bayaran"

Global
Buntut Ledakan Beirut, Segudang Borok Lebanon Terkuak

Buntut Ledakan Beirut, Segudang Borok Lebanon Terkuak

Global
Mantan Raja Spanyol Juan Carlos Diduga Berada di Abu Dhabi di Tengah Skandal Korupsi

Mantan Raja Spanyol Juan Carlos Diduga Berada di Abu Dhabi di Tengah Skandal Korupsi

Global
Kim Jong Un Kirim Bantuan ke Kaesong yang Di-lockdown karena Covid-19

Kim Jong Un Kirim Bantuan ke Kaesong yang Di-lockdown karena Covid-19

Global
Korban Selamat Ceritakan Detik-detik Terakhir Air India Express Jatuh ke Jurang

Korban Selamat Ceritakan Detik-detik Terakhir Air India Express Jatuh ke Jurang

Global
Benarkah Hezbollah Tidak Terlibat dalam Ledakan Dahsyat di Lebanon?

Benarkah Hezbollah Tidak Terlibat dalam Ledakan Dahsyat di Lebanon?

Global
Black Box Air India Express 1344 Ditemukan, Ini Hasil Investigasi Terbaru

Black Box Air India Express 1344 Ditemukan, Ini Hasil Investigasi Terbaru

Global
Karut-marut Beirut: Usai Dihantam Ledakan, Kini Diserbu Ribuan Demonstran

Karut-marut Beirut: Usai Dihantam Ledakan, Kini Diserbu Ribuan Demonstran

Global
Viral, Video Biksu Padukan Teks Ajaran Buddha dengan Beatbox

Viral, Video Biksu Padukan Teks Ajaran Buddha dengan Beatbox

Global
Demo Ledakan Beirut, Massa Duduki Kantor Kemenlu Lebanon

Demo Ledakan Beirut, Massa Duduki Kantor Kemenlu Lebanon

Global
Istri Dubes Belanda Tewas dalam Ledakan Lebanon

Istri Dubes Belanda Tewas dalam Ledakan Lebanon

Global
[POPULER GLOBAL] Pencopet Angkot Dikeroyok dan Ditelanjangi Penumpang | WHO: Percuma Negara Kaya Bikin Vaksin Covid-19, Negara Miskin Tetap Terekspos

[POPULER GLOBAL] Pencopet Angkot Dikeroyok dan Ditelanjangi Penumpang | WHO: Percuma Negara Kaya Bikin Vaksin Covid-19, Negara Miskin Tetap Terekspos

Global
Ada 28 Orang Terluka Dibawa ke RS, dalam Protes Anti-Pemerintah Lebanon

Ada 28 Orang Terluka Dibawa ke RS, dalam Protes Anti-Pemerintah Lebanon

Global
Pimpinan Hezbollah Bantah Keras Klaim Keterlibatannya dalam Ledakan Dahsyat di Lebanon

Pimpinan Hezbollah Bantah Keras Klaim Keterlibatannya dalam Ledakan Dahsyat di Lebanon

Global
Kematian akibat Covid-19 di Brasil Tembus 100.000, Para Ahli Putus Asa

Kematian akibat Covid-19 di Brasil Tembus 100.000, Para Ahli Putus Asa

Global
komentar
Close Ads X