Menlu China: AS-China di Ambang Perang Dingin Baru

Kompas.com - 24/05/2020, 18:17 WIB
Menteri Luar Negeri China, Wang Yi berbicara dalam konferensi pers di Beijing pada 26 Februari 2020.
AFP/ROMAN PILIPEYMenteri Luar Negeri China, Wang Yi berbicara dalam konferensi pers di Beijing pada 26 Februari 2020.

BEIJING, KOMPAS.com - Menteri Luar Negeri China pada Minggu (24/5/2020) mengatakan AS dan China berada di ambang Perang Dingin yang baru.

Dilansir media Perancis AFP, ketegangan antara kedua negara itu didasari oleh wabah virus corona, Hong Kong dan masalah lainnya.

"Telah menjadi perhatian kami bahwa beberapa 'kekuatan politik' di AS menahan hubungan China-AS dan mendorong kedua negara ini ke tepi Perang Dingin baru," menteri luar negeri Wang Yi mengatakan kepada wartawan.

Baca juga: Lab di Wuhan Punya 3 Jenis Virus Corona dari Kelelawar

Gesekan lama antara kedua kekuatan tersebut terjadi atas perdagangan, hak asasi manusia dan isu-isu lain yang didorong memuncak sejak merebaknya Covid-19.

Wang tidak mengidentifikasi "kekuatan" apa yang dia maksudkan, tetapi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah memimpin kritik dunia atas penanganan awal China terhadap pandemi, yang telah menyebabkan lebih dari 330.000 kematian dan kemerosotan ekonomi di seluruh dunia.

Baca juga: Media AS New York Times Tampilkan Nama Korban Meninggal Covid-19 di Halaman Depan

Sebuah pengantar di legislatif China pada Jumat lalu yang berbentuk proposal untuk memberlakukan Undang Undang keamanan di Hong Kong guna menekan gerakan pro-demokrasi kota semi-otonom telah semakin meningkatkan tensi ketegangan dan memicu kecaman AS dan dunia.

Tetapi Wang membalas kepada Washington, menuduh AS berusaha berulang kali "menyerang dan mencoreng" China.

Baca juga: AS Beri Sanksi China atas Pelanggaran HAM terhadap Uighur dan Minoritas Lain

"Selain kehancuran yang disebabkan oleh virus corona, ada juga virus politik yang menyebar di AS," kata Wang pada konferensi pers di sisi pertemuan legislatif tahunan.

"Virus politik ini adalah menggunakan setiap kesempatan yang ada untuk menyerang dan mengejek China.

Beberapa politisi sama sekali mengabaikan fakta dasar dan telah mengarang terlalu banyak kebohongan yang menargetkan China, dan merencanakan terlalu banyak konspirasi," ungkap Wang.

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Danau Piru, Lokasi 'Hilangnya' Bintang Serial Glee Naya Rivera, Dikenal 'Telan' Banyak Korban

Danau Piru, Lokasi 'Hilangnya' Bintang Serial Glee Naya Rivera, Dikenal 'Telan' Banyak Korban

Global
 Jalan Lintas Perbatasan Malaysia-Singapura Diperkirakan Dibuka Awal Agustus

Jalan Lintas Perbatasan Malaysia-Singapura Diperkirakan Dibuka Awal Agustus

Global
[POPULER GLOBAL] Pria Ini Perkosa Lebih dari 50 Wanita | Bukti Baru Ungkap Kata Terakhir George Floyd Sebelum Tewas

[POPULER GLOBAL] Pria Ini Perkosa Lebih dari 50 Wanita | Bukti Baru Ungkap Kata Terakhir George Floyd Sebelum Tewas

Global
5 Mitos tentang Penggunaan Masker yang Terbantahkan

5 Mitos tentang Penggunaan Masker yang Terbantahkan

Global
Bunuh 2 Petugas Pemeriksaan Saat Lockdown Covid-19, Pria Ini Dieksekusi Mati

Bunuh 2 Petugas Pemeriksaan Saat Lockdown Covid-19, Pria Ini Dieksekusi Mati

Global
Sebar Propaganda hingga Teori Konspirasi, Inggris Waspadai Ekstremisme

Sebar Propaganda hingga Teori Konspirasi, Inggris Waspadai Ekstremisme

Global
WHO Kirim Tim Pencari 'Pasien Pertama' Covid-19 ke China

WHO Kirim Tim Pencari "Pasien Pertama" Covid-19 ke China

Global
Ditinggal Ibunya 8 Hari untuk Temui Pacar, Bocah 3 Tahun Mati Kelaparan

Ditinggal Ibunya 8 Hari untuk Temui Pacar, Bocah 3 Tahun Mati Kelaparan

Global
Tak Berteriak saat Naik Roller Coaster, Taman Hiburan ini Beri Hadiah

Tak Berteriak saat Naik Roller Coaster, Taman Hiburan ini Beri Hadiah

Global
Rencanakan Pertemuan dengan Korut, Wali Kota Seoul Hilang secara Misterius

Rencanakan Pertemuan dengan Korut, Wali Kota Seoul Hilang secara Misterius

Global
Seorang Wanita di Mesir Dikurung Saudaranya Sendiri Selama 22 Tahun

Seorang Wanita di Mesir Dikurung Saudaranya Sendiri Selama 22 Tahun

Global
Pakai Hidroksiklorokuin untuk Obati Covid-19, Presiden Brasil: Saya Baik-baik Saja

Pakai Hidroksiklorokuin untuk Obati Covid-19, Presiden Brasil: Saya Baik-baik Saja

Global
Pakar Ungkap Dugaan Kerusakan Otak akibat Covid-19

Pakar Ungkap Dugaan Kerusakan Otak akibat Covid-19

Global
Video Viral Tunjukkan Prajurit Wanita Ini Tetap Profesional Meski Sepatu Hilang Satu

Video Viral Tunjukkan Prajurit Wanita Ini Tetap Profesional Meski Sepatu Hilang Satu

Global
Sebelum Tewas, George Floyd Sempat Diminta 'Berhenti Berteriak' oleh Derek Chauvin

Sebelum Tewas, George Floyd Sempat Diminta "Berhenti Berteriak" oleh Derek Chauvin

Global
komentar
Close Ads X