Media AS New York Times Tampilkan Nama Korban Meninggal Covid-19 di Halaman Depan

Kompas.com - 24/05/2020, 13:55 WIB
Foto yang diambil pada 23 Mei 2020 di Los Angeles, California, Amerika Serikat, menunjukkan seorang perempuan berada di depan komputer melihat twit yang dirilis New York Times. Koran terkemuka AS itu membeberkan daftar 1.000 korban meninggal karena Covid-19 di halaman depan mereka. AFP PHOTO/AGUSTIN PAULLIERFoto yang diambil pada 23 Mei 2020 di Los Angeles, California, Amerika Serikat, menunjukkan seorang perempuan berada di depan komputer melihat twit yang dirilis New York Times. Koran terkemuka AS itu membeberkan daftar 1.000 korban meninggal karena Covid-19 di halaman depan mereka.

NEW YORK, KOMPAS.com - Media terkemuka AS, New York Times, memajang nama korban meninggal karena Covid-19 di halaman depan berjumlah 1.000 orang.

Pemasangan nama korban pada edisi Minggu (24/5/2020) itu menjadi tonggak suram, di mana AS hampir mencatat 100.000 kematian karena virus corona.

"Sebanyak 1.000 orang di sini adalah satu persen dari total korban. Tidak ada yang hanya angka," ulas New York Times dalam pengantar singkat di halaman depan.

Baca juga: Media AS New York Times Soroti Pabrik Tahu di Indonesia yang Gunakan Plastik sebagai Bahan Bakar

AS saat ini merupakan negara yang paling parah terdampak Covid-19 di dunia, baik dalam hal laporan kasus infeksi maupun korban meninggal.

Hingga Sabtu malam (23/5/2020), mereka melaporkan 97.048 kematian dan 1,6 juta penularan, di mana mereka disebut bakal mencapai 100.000 dalam beberapa hari.

Dilansir AFP, 1.000 korban yang terpampang antara lain "Joe Diffie, 62, Nashville, bintang musik country yang memenangkan Grammy".

Kemudian "Lila A Fenwick, 87, New York City, perempuan kulit hitam pertama yang berhasil lulus dari Jurusan Hukum Universitas Harvard".

Lalu "Myles Coker, 69, New York City, dibebaskan dari penjara", "Ruth Skapinok, 85, Roseville, yang disukai oleh burung di halaman belakang".

Terdapat juga "Jordan Driver Haynes, 27, Cedar Rapids, Iowa, pemuda yang baik dengan senyum menawan" dalam daftar yang dipaparkan surat kabar itu.

Baca juga: Masuk Media AS New York Times, Informasi Sutopo Disebut Dinanti Warga Indonesia

Marc Lacey, editor nasional koran itu mengatakan, dia ingin 100 tahun mendatang, orang akan berpikir berapa banyak korban agar mereka bisa hidup.

Halaman:
Baca tentang

Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X