Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Uang Rp 950 Triliun "Hilang" di Inggris, Ada Kejanggalan di Bank of England?

Disebutkan pula bahwa Bank of England tampak tidak serius menangani misteri hilangnya uang tersebut.

Lebih dari 70 miliar poundsterling (Rp 1,3 kuadriliun) uang kertas beredar di Inggris, tetapi di laporan disebutkan bahwa hanya sekitar seperempatnya yang dihabiskan di toko-toko atau pembelian lainnya.

Uang tunai 50 miliar pounds mungkin disimpan dalam tabungan rumah tangga yang tidak dilaporkan, dikeluarkan saat musim hujan, atau digunakan untuk tujuan-tujuan jahat, tulis Komite Rekening Publik Parlemen di laporannya dan mendesak Bank of England untuk menyelidikinya.

"Uang kertas 50 miliar pounds - atau sekitar tiga perempat dari stok yang semakin menipis ini - disimpan di suatu tempat, tetapi Bank of England tidak tahu di mana, untuk siapa, atau untuk apa, dan tampaknya tidak penasaran," kata Meg Hillier anggota parlemen untuk wilayah Hackney South dan Shoreditch di London, dikutip Kompas.com dari New York Times, Jumat (4/12/2020).

Bank of England menyanggah tuduhan itu dengan menyebut bahwa mereka mengambil pendekatan laissez-faire untuk masalah ini.

"Adalah tanggung jawab Bank of England memenuhi permintaah publik akan uang kertas. Bank selalu memenuhi permintaan itu dan akan terus melakukannya," kata juru bicara bank sentral dalam pernyataannya pada Jumat (4/12/2020).

"Masyarakat tidak perlu menjelaskan ke bank kenapa mereka ingin menyimpan uang kertas. Artinya uang kertas ini tidak hilang," lanjut pernyataan tersebut.


Pandemi virus corona menyebabkan penurunan pembayaran tunai, tetapi permintaan tagihan meningkat dalam beberapa tahun terakhir dan pandemi mempercepat tren itu, kata laporan.

Nilai uang kertas (dan polimer) yang beredar di Inggris mencapai rekor tertinggi pada Juli sebesar 76,5 miliar pounds (Rp 1,4 kuadriliun).

Salah satu alasannya kemungkinan karena suku bunga rendah selama bertahun-tahun, dan dipotong lebih jauh tahun ini untuk meningkatkan ekonomi Inggris.

"Dengan suku bunga yang sangat rendah, tidak masalah apakah Anda menyimpan uang di bank atau dalam bentuk tunai," kata Andrew Sentance penasihat senior di Cambridge Econometrics, dan mantan anggota komite kebijakan moneter Bank of England.

Namun komite rekening publik yang meneliti ekonomi dan pengeluaran tidak percaya dengan penjelasan itu, dan khawatir sebagian besar dari uang 50 miliar pounds yang raib digunakan untuk aktivitas ilegal, seperti pencucian uang baik di Inggris maupun luar negeri.

"Apakah semakin banyak dari kita yang menaruh uang di bawah kasur karena Covid? Pasti banyak dari kita yang melakukannya," sindir Hillier dalam wawancara pada Jumat.

Komite parlemen berharap investigasi oleh Bank of England bisa menjelaskan, kalau bukan di mana uangnya berada, setidaknya faktor apa di balik tingginya permintaan uang tunai.

https://www.kompas.com/global/read/2020/12/07/180113470/uang-rp-950-triliun-hilang-di-inggris-ada-kejanggalan-di-bank-of-england

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke