RILIS BIZ

Bantu Sekolah Belanja Buku Anak Bermutu, Room to Read Gandeng Kemendikbud Ristek Gelar Workshop Nasional

Kompas.com - 17/09/2022, 16:18 WIB

KOMPAS.com - Pengadaan buku anak bermutu oleh sekolah masih jadi perhatian besar tenaga pendidik di Tanah Air. Sebab, hingga kini, mekanisme pengadaan buku, khususnya nonteks, belum banyak diketahui.

Merespons hal tersebut, Room to Read/ProVisi Mandiri Pratama (ProVisi) menggelar workshop nasional bertajuk “Menumbuhkan Kecintaan Anak pada Buku dan Kegiatan Membaca: Belanja Buku di SIPLah!” pada Jumat (9/9/2022)

Workshop menghadirkan dua perwakilan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) Republik Indonesia (RI) untuk menjawab sekaligus mempertegas mekanisme pengadaan buku cerita menggunakan dana yang dikelola sekolah.

“Kami ingin memastikan tidak ada anak-anak yang tertinggal. Semua anak memiliki kesempatan yang sama untuk menikmati buku-buku berkualitas. Mari berikan hak mereka, yaitu akses ke buku cerita yang bermanfaat melalui sekolah,” ujar Direktur ProVisi Mandiri Pratama Chatarina Trihastuti, dalam rilis yang diterima Kompas.com, Jumat (16/9/2022).

Baca juga: Room To Read Dorong Gerakan Baca Nyaring demi Masa Depan Anak

Sebagai informasi, workshop yang digelar tersebut tidak dipungut biaya dan terbuka bagi guru dan kepala sekolah dari mana pun. Tercatat, sebanyak 560 peserta hadir secara daring.

Moderator Rika Yudani dan Enda Hidayat dari ProVisi Mandiri Pratama memulai workshop dengan penjelasan kriteria buku nonteks bermutu. Melalui penjelasan tersebut, mereka berharap buku-buku yang dibeli sekolah terjamin mutunya. Dengan begitu, kecintaan anak pada buku dan kegiatan membaca akan tumbuh.

Pembelian buku melalui sistem elektronik

Pada kesempatan itu, peserta yang terdiri dari pengajar dan kepala sekolah diberikan pemahaman mengenai kebijakan relaksasi dalam penggunaan dana sekolah yang diberikan pemerintah. Mereka dijelaskan mengenai persentase penggunaan dana yang dikelola sekolah untuk pembelian buku.

“Tidak seperti sebelumnya yang dibatasi 20 persen, pembelian buku teks dan nonteks dapat menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sejak 2020 tidak dibatasi karena disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing sekolah,” jelas Biro Umum dan Pengadaan Barang dan Jasa Kemendikbud Ristek, Henry Eko Hapsanto, ST, MAP.

Baca juga: ProVisi dan Room to Read Ajak Guru dan Orangtua Jadi Teladan Anak dalam Membaca

Ia menjelaskan, kini pembelian buku oleh sekolah wajib dilakukan melalui sistem elektronik, yaitu SIPLah, untuk memudahkan pemantauan penggunaan dana.

Perwakilan Pusat Data dan Informasi Kemendikbud dan Ristek Donnie Margavianto, SKom, MMSI, menegaskan bahwa sekolah dapat berbelanja buku nonteks bermutu dari mitra-mitra yang terdaftar di SIPLah. Bahkan, mereka dapat melakukan negosiasi harga dengan minimal anggaran tertentu.

Pada pengujung workshop, perwakilan peserta, Sri Nur Hasanah menyampaikan pengalamannya melakukan pembelian buku di SIPLah yang mudah. Terlebih, pertanggungjawaban dan pelaporan yang harus ia penuhi juga praktis bisa didapat karena dokumen pendukung telah tersedia dengan lengkap.

Room to Read/ProVisi berharap, workshop dapat membantu sekolah memperkaya koleksi buku nonteks bermutu untuk dinikmati anak-anak di mana pun dan kapan pun.

Rangkaian workshop nasional dengan tema menumbuhkan kecintaan anak pada buku dan kegiatan membaca masih akan terus diselenggarakan selama 2022 untuk memastikan anak-anak mendapatkan haknya untuk menikmati buku-buku yang bermutu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.