Kompas.com - 27/01/2022, 18:00 WIB
Ilustrasi  NFT foto makanan dijual di OpenSea. KOMPAS.com/ Galuh Putri RiyantoIlustrasi NFT foto makanan dijual di OpenSea.

KOMPAS.com - Fenomena Non-Fungible Token (NFT) kini populer di Indonesia setelah koleksi foto “Ghozali Everyday” di lokapasar (marketplace) Open Sea NFT terjual miliaran rupiah. Membuat banyak orang ingin tahu apa itu NFT.

Dosen Departemen Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran (Unpad), Hamzah Ritchi, mengatakan perkembangan NFT di Indonesia termasuk cepat seiring perkembangan industri tersebut di tingkat global.

Hal ini karena meningkatnya pemahaman mengenai blockchain, perdagangan mata uang kripto, serta infrastruktur teknologi yang makin menunjang.

“Jika dilihat dari pertama kalinya transaksi NFT dikenalkan oleh artis digital Kevin McCoy ada 2014, perkembangan NFT Indonesia pada 2021 termasuk cepat,” ungkap Ritchi, dilansir dari laman Unpad.

Baca juga: 5 Jenis Pekerjaan Paling Dibutuhkan di Metaverse, Mahasiswa Harus Tahu

Kendati cepat, masyarakat Indonesia masih berada dalam tahap awal perkenalan. Eksplorasi atas industri ini masih terus dilakukan. Pasca larisnya tokenisasi swafoto Ghozali Everyday, eksperimen atas penjualan di Open Sea terus dilakukan.

Apa itu NFT?

Ritchi memaparkan, NFT merupakan bentuk aset kripto lain yang memanfaatkan infrastruktur blockchain. Blockchain sendiri dikenal sebagai platform dasar transaksi mata uang kripto. Berbeda dengan mata uang fisik dan kripto, token NFT justru membedakan bahwa kopi aset satu dengan lainnya menjadi unik atau tidak sama (non-fungible).

Adanya keunikan ini menjadi dasar pembeda dan penegas dari autentik tidaknya suatu aset digital. Dengan menjadi unik, secara langsung memungkinkan penguatan kondisi bahwa suatu aset itu langka.

“Semakin langka suatu aset, potensi nilai yang melekat pada aset tersebut dapat meningkat,” jelasnya.

Dosen Program Studi Bisnis Digital FEB Unpad ini menuturkan, jika diterapkan pada obyek musik, barang koleksi, video, animasi, dan obyek kesenian lainnya, aset yang dikonversi dalam NFT berpotensi bermanfaat bagi seniman, kreator, dan kolektor guna melindungi nilai karya mereka.

Dapat disimpulkan, penekanan utama NFT adalah pengakuan keaslian suatu aset digital yang dilakukan tokenisasi.

Baca juga: 10 Kampus Swasta Buka Beasiswa 2022, Bebas Uang Kuliah hingga 100 Persen

Halaman:


Video Pilihan

 

Konten pilihan untukmu

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.