Kompas.com - 28/10/2021, 18:40 WIB
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Mendikbud Ristek), Nadiem Makarim memimpin Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-93 di kompleks Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Senayan, Jakarta pada Kamis (28/10/2021). Foto: Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat Kemendikbud Ristek KOMPAS.com/RAHEL NARDAMenteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Mendikbud Ristek), Nadiem Makarim memimpin Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-93 di kompleks Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Senayan, Jakarta pada Kamis (28/10/2021). Foto: Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat Kemendikbud Ristek

KOMPAS.com - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek), Nadiem Anwar Makarim mengatakan jika Sumpah Pemuda tidak tercetus pada masa itu, ia meyakini, para pemuda Indonesia tidak akan berdiri sebagai pelajar merdeka dalam menuntut ilmu dan meraih cita-cita.

Untuk itu, Nadiem mengajak para pelajar Indonesia untuk mengingat tapak-tapak sejarah yang dilalui para pendahulu sebagai bekal membangun masa depan.

“Kita harus terus mengingat tapak-tapak sejarah yang dilalui para pendahulu kita sebagai bekal membangun masa depan,” tutur Nadiem memimpin Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda 2021 di kompleks Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Senayan, Jakarta pada Kamis (28/10/2021).

Baca juga: Cara Belajar Jan Meyer, Peraih IPK Tertinggi ITB 2021

Ia mengatakan, tapak demi tapak itu kini harus menjadi lompatan. Oleh karena itu, lanjut dia, peringatan Sumpah Pemuda adalah hari kemenangan bangsa Indonesia.

"Hari di mana kita generasi muda Indonesia melompat bersama dengan rampak dan serentak. Sekarang saatnya. Jangan mundur lagi. Arahnya satu, maju. Caranya satu, melompat bersama,” imbaunya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Nadiem lebih lanjut menyampaikan refleksi mengenai Sumpah Pemuda.

“Para pelajar seluruh Indonesia yang saya banggakan, bayangkan jika generasi pendahulu tidak menyatukan gagasan mereka tentang sebuah bangsa yang bersatu dan merdeka. Bayangkan jika sumpah pemuda tidak pernah dicetuskan dan diikrarkan oleh para pemuda penggerak bangsa,” ucap Nadiem.

Karena itu, Nadiem mengajak generasi muda Indonesia untuk melompat, karena mengejar ketertinggalan saja tidak cukup.

Setelah melewati masa yang penuh tantangan dan keterbatasan, papar Nadiem, inilah waktu untuk bangkit dan tumbuh. Dirinya yakin, Indonesia di tangan pemuda adalah Indonesia yang menjadi contoh bagi negara-negara lain.

Baca juga: Mahasiswa Bersiap, IISMA 2022 Kemendikbud Bakal Gandeng Kampus Top Dunia

Menurutnya, Indonesia yang dibangun oleh pemuda adalah Indonesia yang memerdekakan generasi penerus untuk belajar, berinovasi, dan berbudaya.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.