Kompas.com - 19/10/2021, 05:27 WIB
Ilustrasi dokter gigi melakukan prosedur perawatan gigi pada pasien menggunakan alat pelindung diri (APD) untuk mencegah penularan virus corona penyebab Covid-19. SHUTTERSTOCK/antoniodiazIlustrasi dokter gigi melakukan prosedur perawatan gigi pada pasien menggunakan alat pelindung diri (APD) untuk mencegah penularan virus corona penyebab Covid-19.
|

KOMPAS.com - Saat ini, perkembangan teknologi membawa dampak luar biasa disegala bidang. Tak terkecuali pada pendidikan kedokteran gigi.

Tentunya, perkembangan teknologi sangat berpengaruh pada bagaimana mendidik mahasiswa agar dapat berkiprah sesuai zamannya.

Terkait hal itu, Guru Besar Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran (Unpad) Prof. Sunardhi Widyaputra, drg., M.S., PhD., memberikan penjelasan.

Baca juga: Akademisi Unpad Sebut Olahraga Mampu Tingkatkan Kebahagiaan

Menurutnya, pesatnya perkembangan teknologi yang terjadi saat ini sangat berdampak pada pendidikan kedokteran gigi.

"Jadi jangan sampai apa yang kita didik hari ini, 4 atau 5 tahun mahasiswa kita selesai, dia tidak bisa melakukan apa yang harusnya dilakukan pada dunia saat itu. Teknologinya sudah jauh ketinggalan," ujarnya pada diskusi Satu Jam Berbincang Ilmu secara virtual, Sabtu (16/10/2021).

Karenanya, dibutuhkan adanya proses adaptasi yang cepat untuk menyesuaikan dengan perubahan kondisi. Kuncinya, adalah adanya inovasi bagi pendidikan kedokteran gigi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dia mengatakan, dasar kehidupan dan landasan profesi dokter gigi dimulai ketika mahasiswa memasuki Institusi Pendidikan Dokter Gigi (IPDG). Oleh karena itu penting adanya kesesuaian kebijakan pemerintah dan ikatan profesi.

Kebijakan pemerintah kaitannya dengan kurikulum, karena kebanyakan diatur dalam Kemendikbud Ristek.

"Sedangkan ikatan profesi untuk menghasilkan seperti apa dokter gigi diharapkan yang memang cocok untuk Indonesia," imbuh Prof. Sunardhi seperti dikutip dari laman Unpad.

Adapun salah satu proses pendidikan yang dapat dilakukan di institusi pendidikan tinggi adalah dengan menyediakan materi pembelajaran yang dibutuhkan bersama.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.