Kompas.com - 18/10/2021, 17:43 WIB
Forum antarpemangku kepentingan EdHeroes, menggelar EdHeroes Forum Asia: Indonesia Chapter pada 16 Oktober 2021 bertujuan saling berbagi inspirasi dan solusi dunia pendidikan. DOK. EDHEROESForum antarpemangku kepentingan EdHeroes, menggelar EdHeroes Forum Asia: Indonesia Chapter pada 16 Oktober 2021 bertujuan saling berbagi inspirasi dan solusi dunia pendidikan.

KOMPA.Scom - Forum antarpemangku kepentingan EdHeroes, menggelar "EdHeroes Forum Asia: Indonesia Chapter" pada 16 Oktober 2021 bertujuan saling berbagi inspirasi dan solusi dunia pendidikan.

Acara dihadiri 90 narasumber dari 14 negara dan 5 pejabat Kementerian RI.

Gelaran tersebut membahas beragam isu seputar pendidikan mulai dari peran guru di era teknologi, pola asuh (parenting), pengembangan iptek, kebijakan dunia pendidikan hingga keberpihakan terhadap perempuan dalam pendidikan.

“Kita perlu mengubah pola pikir guru, mulai dari cara mengajar dan cara mendidik anak. Kita harus beralih dari cara mengajar dimana guru selalu berbicara setiap waktu menjadi guru yang memfasilitasi," kata Esther “WOJ” Wojcicki, Co-Founder and Education Chief WOJ Innovation & Technology.

"Anda tidak perlu menjadi pintar, Anda hanya perlu memiliki motivasi, karena motivasi adalah kunci untuk belajar tentang segala hal,“ tambah Ester yang juga merupakan Founder and CEO Global Moonshots in Education dalam sesi Opening General Session EdHeroes Forum Asia: Indonesia Chapter.

Guru dan teknologi

Pada sesi kedua, narasumber membahas isu pendidikan apakah mesin bisa menggantikan seorang pendidik dengan menghadirkan beberapa pembicara; Budiman Sudjatmiko, Louis Goh, Allana Abdullah, dan Muhammad Nabil Satria.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada topik ini para narasumber sepakat bahwa pada kenyataannya, mesin tidak dapat sepenuhnya menggantikan pendidik manusia.

Hal ini dikarenakan dalam masyarakat ini, kita masih membutuhkan pendidik manusia untuk mengajar siswa tentang begitu banyak aspek dalam hal pendidikan.

Meskipun mesin merupakan alat penting yang membantu siswa dan pendidik untuk mengakses pendidikan, tetapi tidak dapat disangkal bahwa mesin kurang memiliki kreativitas dan emosi yang memegang peran penting untuk memenuhi pendidikan yang layak.

Baca juga: Forum Cendekia Kelas Dunia 2021 Menjawab Tantangan Pandemi Covid-19 dan SDGs

“Saya percaya bahwa teknologi tidak dapat menggantikan seorang guru. Teknologi adalah alat untuk membantu seorang guru. Oleh karena itu, teknologi dapat membantu proses belajar tetapi tentu saja tidak dapat menggantikan peranan seorang guru,” jelas Muhammad Nabil Satria, Co-founder LatihID.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.