Kompas.com - 09/09/2021, 08:50 WIB
Tampak depan hedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) Semanggi Lor Surakarta. DOK. SDN Semanggi Lor SurakartaTampak depan hedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) Semanggi Lor Surakarta.

KOMPAS.com – Sejumlah provinsi telah menerapkan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas karena masuk dalam zona pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3.

Salah satunya adalah Daerah Khusus Ibukota Jakarta (DKI Jakarta). Dengan penerapan PPKM level 3, PTM terbatas tahap 1 di Jakarta sudah dimulai pada Senin (30/8/2021).

Dalam pelaksanaan PTM terbatas itu, para siswa tidak dituntut untuk berangkat ke sekolah setiap hari. Hal ini sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Nomor 882 Tahun 2021.

Baca juga: Ini Jadwal PTM Terbatas di DKI Jakarta

Dalam wawancaranya dengan Kompas.com, Selasa (7/9/2021), Kepala Sekolah SMP Negeri 75 Jakarta Barat (Jakbar) Edi Krisnanto menyambut positif pelaksanaan PTM terbatas. Orangtua murid, bahkan sudah mendorongnya untuk melaksanakan PTM terbatas.

“Saya sangat mendukung (pelaksanaan PTM terbatas). Sebagai kepala sekolah, saya jadi tempat berkeluh kesah para orangtua murid yang merasa terbebani mendidik tugas anak di rumah. Mereka menginginkan anaknya agar bisa ikut PTM segera,” ujar Edi.

Mantan guru Fisika ini mengaku, sekolah menengah pertama negeri (SMPN) 75 secara keseluruhan siap menggelar PTM Terbatas. Namun, pelaksanaannya belum dapat dipastikan karena menunggu perintah lebih lanjut dari dinas pendidikan.

Kendati demikian, pihaknya sudah menyiapkan berbagai kebutuhan PTM terbatas, seperti tempat cuci tangan di luar kelas, menjaga kebersihan ruangan dan toilet, hingga penerapan protokol kesehatan (prokes).

Baca juga: Tinjau Pelaksanaan PTM Terbatas di DKI, Wapres Minta Sekolah Tetap Waspada

Begitu pula dengan salah satu aturan wajib, yaitu melakukan vaksinasi kepada guru dan siswa secara merata.

“Semua aturan sudah kami sosialisasikan apalagi prokes di sekolah itu wajib dijalankan. Walaupun ada yang belum vaksinasi, itu karena mereka pernah terpapar Covid-19 sehingga harus menunggu waktu sesuai prosedur,” imbuh Edi.

Ia menambahkan, pihaknya saat ini telah merinci pembagian kloter masuk siswa. Para siswa akan dibagi masuk pada hari tertentu dengan waktu pembelajaran maksimal 140 menit per satu kali selama minggu.

Kepala Sekolah SMP Negeri 75 Jakarta Barat (Jakbar) Edi Krisnanto (kanan) saat mengikuti acara Sertijab, Kamis (2/9/2021).DOK. PRIBADI KEPSEK SMPN 75 JAKBAR EDI KRISNANTO Kepala Sekolah SMP Negeri 75 Jakarta Barat (Jakbar) Edi Krisnanto (kanan) saat mengikuti acara Sertijab, Kamis (2/9/2021).

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.