Kompas.com - 15/08/2021, 05:27 WIB
Pekerja menyelesaikan pembangunan jalan Tol Cinere-Jagorawi (Cijago) Seksi II di Kukusan, Depok, Jawa Barat, Senin (11/9/2017). Proyek Tol Cijago Seksi II yang membentang sepanjang 5,5 kilometer mulai dari Jalan Raya Bogor hingga Kukusan kini perkembangannya telah menyelesaikan jalan beton di kedua ruas jalur yang berada sisi selatan Kampus Universitas Indonesia. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/aww/17. ANTARA FOTO/Indrianto Eko SuwarsoPekerja menyelesaikan pembangunan jalan Tol Cinere-Jagorawi (Cijago) Seksi II di Kukusan, Depok, Jawa Barat, Senin (11/9/2017). Proyek Tol Cijago Seksi II yang membentang sepanjang 5,5 kilometer mulai dari Jalan Raya Bogor hingga Kukusan kini perkembangannya telah menyelesaikan jalan beton di kedua ruas jalur yang berada sisi selatan Kampus Universitas Indonesia. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/aww/17.
|

KOMPAS.com - Di jalan raya tentu kita sering melewati jalan aspal dan jalan beton. Banyak yang beranggapan jalan beton lebih baik.

Apakah benar demikian? Terkait hal itu, Fakultas Teknik Sipil UGM mengadakan Webinar bertema “Perkerasan Beton vs Aspal, Mana yang lebih baik?”

Pilihan perkerasan jalan merupakan pertimbangan yang harus dievaluasi secara objektif. Pemilihan perkerasan jalan yang kurang tepat akan meningkatkan biaya konstruksi.

Baca juga: Tips Menjaga Kesehatan Mata Saat Pandemi dari Akademisi UGM

Tak hanya itu saja, juga berpengaruh pada biaya perawatan, biaya pengguna jalan, hingga dapat berdampak pada kondisi lingkungan dan sosial.

Oleh sebab itu, pemilihan perkerasan jalan menjadi salah satu tantangan pengambilan keputusan bagi penyelenggara jalan.

Menurut Dosen Fakultas Teknik Sipil UGM Taqia Rahman, ST, M.Sc., Ph.D., dalam pemilihan tipe perkerasan banyak di negara berkembang umumnya hanya ditentukan secara subjektif tanpa didasari pertimbangan sacara objektif dan konsisten.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kini di Indonesia tipe perkerasan beton mulai marak digunakan dan dianggap lebih baik daripada aspal.

Berdasarkan karakteristik, aspal dan beton memiliki karakteristik sifat yang berkebalikan. Aspal memiliki sifat yang fleksibel sedangkan beton memiliki sifat yang rigid.

"Tipe perkerasan aspal, ekspansi dan kontraksi akibat variasi suhu siang malam diakomodasi oleh regangan viscous di aspal sehingga tidak memerlukan joints (kerangka)," ujar Taqia seperti dikutip dari laman UGM, Sabtu (14/8/2021).

Namun, semua berkebalikan dengan beton. Beton memerlukan kerangka karena rentan dengan ekspansi dan kontraksi perubahan suhu sehingga membutuhkan kerangka agar tidak terjadi tensile failure.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.