Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 19/07/2021, 12:32 WIB
Albertus Adit

Penulis

KOMPAS.com - Siapa tak kenal tempe? Pasti semua orang kenal dengan salah satu makanan berbahan dasar kedelai ini.

Bahkan, Indonesia menjadi negara produsen kedelai terbesar di dunia dengan 50 persen olahannya berbentuk tempe.

Sebab, jika diolah tentu rasanya lezat, apalagi jika dimasak dengan berbagai olahan. Bisa ditumis, dibuat kering tempe atau digoreng kering tanpa bumbu juga sudah enak.

Baca juga: Proses Terjadinya Hujan, Siswa Sudah Paham?

Rasa khas dan harganya yang terjangkau ini menjadikan tempe sebagai olahan makanan yang mudah ditemui.

Selain itu, tempe memiliki banyak khasiat dan mengandung gizi yang sangat baik bagi tubuh.

Menurut Pelaksana Operasional Rumah Tempe Kota Bandung, Heri Sudiyanto, salah satu khasiat atau manfaat tempe itu bisa memperkuat sistem imun tubuh.

"Sebab, tempe sangat kaya akan serat, antioksidan, dan lemak sehat," ujar Heri seperti dikutip dari laman Dinas Pendidikan Jawa Barat (Disdik Jabar) , Sabtu (17/7/2021).

Karena itu, jika mengonsumsi tempe bisa berdampak baik bagi kesehatan tubuh, terlebih di masa pandemi saat ini.

Tetapi, ada sebagian anak yang tidak suka dengan tempet. Untuk itu, Heri memberikan saran agar tempe bisa diolah dan disajikan lebih menarik lagi.

"Mungkin anak-anak cukup asing dengan rasanya. Namun jika diolah atau dimodifikasi, pasti banyak yang suka. Seperti, dijadikan keripik tempe, nugget tempe atau dikonsumsi bersama madu/kurma," terang Heri.

Baca juga: Siswa, Ini Raja-raja Kerajaan Kediri

Tempe jadi salad

Bahkan menurutya, orang di negara Eropa dan Amerika menjadikan tempe sebagai salad. Karena, tempe itu memang sudah matang tanpa perlu digoreng.

"Cuma kalau yang dikonsumsi seperti itu adalah tempe dengan kedelai organik atau tempe non-GMO (genetically modified organism/bukan kacang hasil rekayasa genetika)," imbuhnya.

Dia mencontohkan, nugget tempe adalah salah satu inovasi produk yang dihasilkan oleh Rumah Tempe. Sudah banyak pembeli yang berlangganan nugget tempe ke Rumah Tempe yang berdiri pada 2020 ini.

Namun terpenting, olahan tempe di Rumah Tempe menerapkan quality control dan mengedepankan unsur higienis. Sehingga, tempe yang diproduksi adalah kualitas tempe terbaik.

Dengan pengolahan yang higienis dan memenuhi standar kesehatan, pihaknya kini tengah berusaha menjadikan tempe diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya tak benda dan masuk dalam jajaran top kuliner dunia.

"Keberadaan Rumah Tempe ini juga arahnya ke sana agar tempe diterima di dunia dengan pembuatan yang telah memenuhi standar," tuturnya.

Baca juga: Contoh Hidup Rukun di Rumah, Sekolah dan Masyarakat

"Dulu, tempe itu adalah makanan raja dengan bahan baku kedelai organik," tutup Heri.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com