Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 07/06/2021, 12:50 WIB
|

KOMPAS.com - Perkembangan zaman pasti tak lepas dari kemajuan teknologi. Terlebih di tengah pandemi Covid-19 ini, teknologi semakin dekat dengan masyarakat.

Bahkan bagi siswa sekolah atau mahasiswa, penggunaan teknologi digital semakin intensif seiring masih diberlakukannya pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Meski demikian, ada ancaman tersendiri dengan makin seringnya siswa memanfaatkan teknologi digital. Apa ancaman itu?

Berdasarkan data yang dihimpun oleh We Are Social dan Hootsuite, terdapat 8,4 juta pengguna digital di Indonesia yang berusia antara 13-18 tahun.

Baca juga: Apa Itu Menstruasi? Siswa Harus Paham Termasuk Cara Jaga Kebersihannya

Hal ini menunjukkan bahwa dunia digital semakin lekat dengan remaja, terlebih di tengah situasi pandemi Covid-19 yang membuat remaja banyak menghabiskan waktu di rumah.

Tak hanya itu saja, perkembangan zaman juga memengaruhi cara remaja berpikir, bertindak, dan mengekspresikan dirinya sehingga dunia digital menjadi sarana perkembangan aspek sosial remaja.

Banyak alami kasus perundungan siber

Namun “bersosialisasi” secara berlebihan di dunia yang banyak dilakukan remaja membuat remaja termasuk pelajar SMP rentan menjadi korban maupun pelaku cyber bullying atau perundungan siber.

Melansir laman Direktorat SMP Kemendikbud Ristek, Senin (7/6/2021), berdasarkan hasil survei dari U-Report dan UNICEF tahun 2019, maka:

  • 45 persen dari 2.777 responden muda Indonesia mengaku pernah mengalami perundungan siber
  • 45 persen dari responden yang mengalami perundungan siber tersebut mengalami pelecehan seksual melalui aplikasi chatting
  • Sedangkan 41 persen responden lainnya mengaku foto/video milik mereka disebarkan tanpa izin.

Apa itu istilah cyber bullying atau perundungan siber? Cyber bullying adalah bentuk kekerasan yang dilakukan secara sengaja dan terus-menerus atau berulang melalui alat komputer, telepon genggam dan alat elektronik lainnya.

Baca juga: 6 Dampak Negatif Media Sosial, Siswa Wajib Hati-hati

Tentu tujuannya untuk menakuti, membuat marah, atau mempermalukan pihak lain yang menjadi sasaran.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+