Kompas.com - 17/04/2021, 14:50 WIB
Petani memanen timun suri di Kunciran, Tangerang, Banten, Senin (21/05/2018). Timun suri menjadi salah satu buah favorit yang dijadikan bahan minuman untuk menu berbuka puasa. KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELIPetani memanen timun suri di Kunciran, Tangerang, Banten, Senin (21/05/2018). Timun suri menjadi salah satu buah favorit yang dijadikan bahan minuman untuk menu berbuka puasa.
|

KOMPAS.com - Di bulan Ramadhan 2021 ini, ada banyak menu makanan dan minuman yang biasa dibuat masyarakat. Seperti halnya es timun suri.

Biasanya, hampir di berbagai pasar buah ada yang jual timun suri. Tentu karena buah ini biasa digunakan sebagai bahan untuk membuat minuman es.

Melansir laman IPB University, Sabtu (17/4/2021), Dosen IPB University dari Departemen Agronomi dan Hortikulura, Fakultas Pertanian, Dr. Deden Derajat Matra membeberkan beberapa fakta terkait timun suri juga manfaat timun suri.

Baca juga: Tips Mudah Ingat Soal UTBK dengan Konsep Belajar Ini

1. Bukan timun

Dijelaskan, timun suri sebenarnya bukan timun. Berdasarkan klasifikasi ilmiah, timun suri sebenarnya bukan termasuk timun.

Ini karena morfologi, kariotipe kromosom dan struktur buah timun suri lebih dekat dengan melon.

2. Tak berbahaya dikonsumsi tiap hari

Menurut Deden, mengonsumsi timun suri setiap hari tidak berbahaya. Ini karena timun suri memiliki kandungan gula yang didominasi dari jenis fruktosa. 

Fruktosa ini merupakan jenis gula yang aman sehingga bagus untuk kesehatan terutama untuk penderita diabetes dengan konsumsi normal.

Baca juga: 5 Tips Pengeluaran Tak Membengkak Saat Ramadhan ala Dosen UII

Selain manfaatnya, Dr. Deden juga ajarkan cara aman mengkonsumsi timun suri. Semakin orange (warna timun suri) maka menunjukan kandungan betakaroten (sebagai provitamin A) lebih banyak.

3. Pertanda matang

Di pasaran, kondisi timun suri yang merekah atau retak, biasanya juga dikatakan "meletek" dianggap sebagai pertanda matang dan lebih nikmat dibandingkan yang tidak meletek.

"Saya perlu meluruskan hal ini. Timun suri yang meletek (cracking) itu sebenarnya dapat disebabkan oleh beberapa hal," ujarnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X