Kompas.com - 18/02/2021, 13:32 WIB
Ilustrasi mahasiswa sedang melakukan penelitian. DOK. Universitas PertaminaIlustrasi mahasiswa sedang melakukan penelitian.

KOMPAS.com- Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi (Ditjen Vokasi) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mendorong dilakukannya pengembangan atau upgrading Diploma 3 (D3) untuk menjadi Sarjana Terapan (D4).

Tetapi dengan catatan, ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi oleh prodi jenjang D3 sebelum melakukan upgrading.

Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud, Wikan Sakarinto mengatakan, hal pertama yang perlu ditekankan adanya keterlibatan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI). Selanjutnya adanya evaluasi di tubuh D3 itu sendiri.

Baca juga: Lowongan Kerja Wings Group untuk Lulusan SMA/SMK, D3 dan S1-S2

"Jadi bikin D4 itu nanti bersama dengan industri. Mengembangkan D4 tidak dari nol, yaitu dengan cara mengevaluasi dan meng-upgrade D3 menjadi D4, jadi effort tidak seberat membuat prodi baru, tetapi lakukan bersama dengan industri," kata Wikan dilansir dari laman resmi Kemendikbud.

Pendidikan Tinggi Vokasi (PTV) harus memiliki Program D3 terakreditasi minimal peringkat B atau baik sekali serta memiliki kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

Selain itu, PTV juga wajib memenuhi persyaratan yang ditentukan oleh Ditjen Diksi, seperti mempersiapkan kerja sama dengan DUDI, mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni, kurikulum yang kolaboratif dengan DUDI.

Kemudian, harus ada regulasi akademik yang mendukung. Peningkatan D3 menjadi sarjana terapan bersifat opsional (tidak wajib) dan disesuaikan dengan kebutuhan link and supermatch dengan DUDI.

Baca juga: Dibuka, Magang Bakti BCA 2021 untuk Lulusan SMA/SMK-D3

Wikan mengatakan, ada skema taut suai (link and match) 8 + i. “Di antaranya mencakup kurikulum yang disusun bersama dan berstandar DUDI mulai dari sertifikasi kompetensi guru, dosen, dan peserta didik yang sesuai standar dan kebutuhan DUDI hingga menghadirkan ahli dari industri secara rutin untuk mengajar dan seterusnya,”paparnya.

Wikan mengatakan, huruf 'i' pada skema 8+i ini, dapat bermacam-macam. Misalnya, bisa berupa beasiswa atau ikatan dinas dari industri.

Kemudian, bisa berupa super tax deduction. Dengan super tax deduction, hal ini akan meringankan beban pajak industri ketika membantu kegiatan vokasi.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X