Guru Besar Unair: Adanya Kelompok Anti Vaksin karena Kurang Pemahaman

Kompas.com - 17/01/2021, 16:22 WIB
Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi tenaga kesehatan (nakes) di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (15/1/2021) KOMPAS.com/NIRMALA MAULANA ACHMADPelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi tenaga kesehatan (nakes) di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (15/1/2021)
|

KOMPAS.com - Pandemi Covid-19 di Indonesia belum juga berakhir. Karena itu, pemerintah terus berupaya untuk dapat keluar dari musibah ini.

Salah satu upaya yang dilakukan ialah dengan program vaksinasi. Kendati demikian, pelaksanaan program vaksin Covid yang telah dimulai di Indonesia menjadi perbincangan hangat dikalangan masyarakat.

Tentu terdapat golongan masyarakat yang mendukung upaya pemerintah tersebut. Tapi, ada juga golongan masyarakat yang menentang hingga muncul sebuah gerakan bernama gerakan anti vaksin.

Terkait hal itu, Pakar Sosiologi Universitas Airlangga ( Unair), Prof. Dr. Musta’in Mashud memberikan tanggapannya.

Baca juga: Siswa, Pahami Arti Efikasi Vaksin Sinovac 65,3 Persen

Menurutnya, adanya informasi yang berbeda-beda dari para ahli dan kurangnya pengetahuan serta pemahaman masyarakat terkait Covid-19 menyebabkan masyarakat menjadi tidak percaya.

Tak hanya itu saja, banyaknya isu, rumor dan informasi yang secara liar beredar melalui media sosial juga menyebabkan kepercayaan masyarakat terhadap vaksin Covid-19 semakin rendah.

Masyarakat yang sejak awal kurang paham, ragu dan tidak percaya, apabila terus menerus memperoleh informasi yang tidak terkonfirmasi kebenarannya, maka akan semakin menolak vaksin Covid-19.

"Terlebih lagi belum ada Undang-Undang yang mewajibkan penggunaan vaksin itu," ujar Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unair, Prof. Musta’in seperti dikutip dari laman Unair, Minggu (17/1/2021).

Dikatakan, pandemi Covid-19 itu bukan hanya ancaman personal, tetapi mengancam kelompok, komunal dan masyarakat.

Sehingga, apabila terdapat salah satu dari sejumlah orang yang menolak divaksin, maka akan membahayakan beberapa orang. Ini dikarenakan Covid-19 adalah penyakit yang proses penularannya melalui interaksi dan proses sosial.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X