Dirjen Vokasi Ingin Kumpulkan Alumni lewat "Tracer Study"

Kompas.com - 29/11/2020, 19:28 WIB
Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbud, Wikan Sakarinto dalam Webinar Praktik Baik Vokasi dan Industri, Senin (10/8/2020). DOK. DIREKTORAT VOKASIDirektur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbud, Wikan Sakarinto dalam Webinar Praktik Baik Vokasi dan Industri, Senin (10/8/2020).

KOMPAS.com - Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Wikan Sakarinto memiliki keinginan untuk mengumpulkan lulusan pendidikan vokasi di tahun 2019. Langkah ini bertujuan untuk menguatkan pendidikan vokasi di Indonesia.

"Ini adalah program nyata dengan mengumpulkan alumni yang bertujuan untuk menguatkan pendidikan vokasi, menguatkan Indonesia," kata Wikan melansir laman Vokasi Kemdikbud, Minggu (29/11/2020).

Baca juga: Dirjen Vokasi Ingin Kirimkan Talenta Terbaik ke Seluruh Dunia

Demi mengumpulkan data, Wikan akan melakukan riset evaluasi pelaksanaan program pendidikan vokasi atau tracer study.

Riset ini menggunakan aplikasi khusus yang dikirimkan melalui pesan SMS dan email kepada lulusan pendidikan vokasi tahun 2019 dengan nama pengirim Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi yang langsung menyapa nama kontak sebagai responden.

"Nantinya, akan ada beberapa petugas yang akan mendatangi sekolah atau lembaga pendidikan vokasi sebagai sasaran program untuk mengumpulkan data kontak lulusan tahun 2019, serta memvalidasi data kontak alumni lulusan pendidikan vokasi 2019," ucap Wikan.

Pelaksanaan pengumpulan data ini, bilang dia, direncanakan akan berlangsung hingga 6 Desember 2020 mendatang. Oleh karena, dia berharap satuan atau lembaga pendidikan vokasi dapat bekerja sama dengan cara memberikan data kontak lulusan pendidikan vokasi 2019.

"Lalu juga menginput di aplikasinya guna menyukseskan program tersebut," ungkap Wikan.

Selain itu, kata dia, pelacakan jejak alumni ini juga demi mengetahui kompetensi yang dimiliki oleh alumni tersebut, apakah sudah sesuai dengan kebutuhan dunia usaha atau dunia industri.

"Tak hanya bagi satuan pendidikan tersebut, hasil penelitian juga bisa digunakan oleh institusi lainnya," terang dia.

Nantinya, lanjut dia, satuan pendidikan ataupun lembaga yang telah melakukan penelitian tersebut dapat melakukan berbagai evaluasi, agar output lulusan yang dihasilkan bisa diserap sepenuhnya oleh dunia usaha atau dunia industri.

"Ini juga sebagai database alumni dan membangun jaringan dengan para alumni, serta bahan evaluasi atas kompetensi lulusan, kurikulum, tenaga pendidik, dan pengembangan sekolah/kampus," jelas dia.

Selain dapat menjadi nilai tambah akreditasi bagi satuan pendidikan dan acuan pembuatan pelatihan, hasil penelitian juga menjadi alat monitoring instansi terkait, serta memudahkan industri mendapatkan informasi lulusan yang kompeten.

Baca juga: Setahun Jokowi-Maruf: Pendidikan Vokasi Dipacu Lebih Cepat

"Mohon kerjasamanya. Mari kita sukseskan program tracer study ini," pungkas dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X