Kompas.com - 17/09/2020, 20:10 WIB
Ilustrasi perpeloncoan. SHUTTERSTOCKIlustrasi perpeloncoan.

KOMPAS.com - Setelah kasus ospek online Universitas Negeri Surabaya (Unesa) viral di publik karena senior kampus membentak mahasiswa baru. Kini kasus seperti itu juga terjadi  di Universitas Bengkulu (Unib).

Kasus di Unib terjadi terhadap mahasiswa baru Fakultas Teknik (FT) Unib.Atas kejadian itu pimpinan Unib angkat bicara.

Wakil Rektor III Unib Bidang Kemahasiswaan, Syahrial menegaskan, seluruh sivitas akademika UNIB sepakat menghapuskan dan tidak membiarkan adanya perbuatan perpeloncoan, bully dan sejenisnya, dalam setiap kegiatan kemahasiswaan yang ada di Unib.

Jika masih ada, maka pimpinan universitas akan menyikapinya dengan tegas.

Baca juga: Ospek Bentak Mahasiswa Baru, Rektor Unesa: Kami Akui Kesalahan

"Ini sudah menjadi konsesus, kita sepakat tidak ada perbuatan perpeloncoan dan bullying kepada siapa pun dan pada kegiatan apapun. Jika masih terjadi, kita akan sikapi dengan tegas," kata Syahrial dalam keterangannya, seperti melansir laman Unib, Kamis (17/9/2020).

Syahrial menjelaskan, komitmen bersama tersebut tertuang dalam Deklarasi Anti Perpeloncoan ditandatangani BEM KBM Unib, BEM KBM seluruh fakultas, serta seluruh Ormawa (UKM).

"Itu sudah ada deklarasi di awal kegiatan, kita sepakat tidak ada perpeloncoan. Komitmen ini harus kita tegakan bersama," kata pria yang akrab disapa Erik ini.

Selain deklarasi anti perpeloncoan, seluruh Ormawa dan UKM di Unib juga melakukan deklarasi antinarkoba dan antiradikalisme.

Ini artinya, bahwa setiap kegiatan akademik dan kegiatan kemahasiswaan, baik sendiri maupun kelompok harus bersih dari perbuatan penyalahgunaan dan penyebaran narkoba.

Kampus harus steril kekerasan dan radikalisme

Kemudian, sambung dia, harus juga steril dari perbuatan yang mengarah pada penyebaran paham atau doktrin radikalisme atau perbuatan kekerasan lainnya

"Deklarasi itu selain sebagai bentuk imbauan, juga penegasan komitmen bersama. Itu kita lakukan diawal kegiatan PKK. Karena PKK secara virtual, maka deklarasi itu kita record lalu disebarkan ke seluruh mahasiswa via aplikasi zoom. Pada intinya, kita semua sepakat untuk tidak melakukan perpeloncoan dalam bentuk apapun dan kepada siapapun," terang Erik.

Erika menambahkan, semua mahasiswa Unib diharapkan bisa mengukir prestasi. Bila memperoleh prestasi, maka akan mendapatkan beasiswa biaya pendidikan dan mendapatkan Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) lulus nanti.

Baca juga: Ospek Online, Maba Dibentak dan Ikat Pinggang Harus Terlihat

"Mahasiswa berprestasi kita hargai, dia akan mendapatkan piagam atau Surat Keterangan Pendamping Ijazah ketika lulus. Ini akan memberikan nilai tambah bagi lulusan yang akan memasuki dunia kerja," pungkas dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.