Dua Kampus Ini Dominasi Medali Emas di Kompetisi Nasional MIPA 2020

Kompas.com - 17/09/2020, 16:00 WIB
Ilustrasi CakeioIlustrasi

KOMPAS.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menetapkan pemenang Kompetisi Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (KN-MIPA) 2020.

KN-MIPA yang sebelumnya adalah Olimpiade Nasional MIPA merupakan kompetisi tahunan yang bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar mahasiswa di bidang Matematika, Fisika, Kimia dan Biologi.

Pengumuman KN-MIPA dirilis secara daring oleh Pusat Prestasi Nasional Kemendikbud RI, pada 10 September 2020.

Melalui SK Juara KNMIPA 2020, mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Indonesia (UI) mendominasi raihan medali emas pada ajang tersebut.

Baca juga: 8 Mahasiswa Terbaik di Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Nasional 2020

Untuk bidang Matematika, medali emas diraih oleh Waffiq Maaroja (UGM), Muhammad Alif Aqsha (ITB) dan Kelvin Tenata (UI).

Bidang Fisika, medali emas diraih oleh Muhammad Farhan Husain (ITB), Yuwanza Ramadhan (UI) dan Satria Widyanto (UGM).

Sementara bidang Kimia, medali emas diraih oleh Abdullah Muqaddam (UI), Bakuh Danang Setyo Budi (ITB) dan Ridwan Rizki Surgawan (ITB).

Lalu, bidang Biologi medali emas dimenangkan oleh Ihsan Fahmi Rofananda (Unair), I Putu Prakasa Wiprayoga (ITB) dan Maria Celinna (UI).

Baca juga: Jadwal dan Cara Daftar KIP Kuliah Jalur Mandiri PTN dan PTS 2020

Di kesempatan terpisah, Wakil Dekan FMIPA UI bidang Pendidikan, Penelitian, dan Kemahasiswaan Djoko Triyono mengatakan, UI berhasil meraih medali emas dari semua cabang yang dilombakan.

“Tahun ini UI berhasil meraih medali emas dari semua cabang yang dilombakan, yaitu Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi dengan masing-masing satu emas. UI juga menjadi perguruan tinggi yang memperoleh medali perak terbanyak," paparnya seperti dilansir dari laman UI.

Djoko menjelaskan bahwa persiapan UI dalam menghadapi KN-MIPA tahun 2020 terbilang sangat matang.

Baca juga: Beasiswa S1 Tanoto Foundation, dari Biaya Kuliah hingga Tunjangan Bulanan

"Kami telah mempersiapkan kontingen dengan melakukan seleksi internal pada Bulan Maret. Terbukti ada 116 mahasiswa yang mengikuti seleksi internal. Ini baik karena akan menghadirkan nuansa kompetisi sejak dini di diri mahasiswa untuk mengeluarkan kemampuan terbaiknya,” ujar Djoko.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X