Kemendikbud: Dunia Pendidikan Harus Cegah Tindakan Kekerasan

Kompas.com - 16/09/2020, 11:36 WIB
Ilustrasi guru dan siswa di sekolah Dok. Ditjen GTK KemdikbudIlustrasi guru dan siswa di sekolah

KOMPAS.com - Demi mencegah dan mengatasi tindakan kekerasan di dunia pendidikan, maka tenaga pendidik harus selalu berpikir dan bertindak positif. Bila kekerasan dilawan dengan kekerasan, maka tidak ada jalan keluar yang baik dalam meredam angka kekerasan.

" Kekerasan tidak boleh dilawan dengan kekerasan," ujar Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, Pendidikan Menengah (Dirjen PAUD Dikdasmen) Kemendikbud, Jumeri dalam keterangannya, seperti melansir laman Kemendikbud, Rabu (16/9/2020).

Baca juga: 25 Tahun Kompas.com, UI: Harus Terus Cerahkan Dunia Pendidikan Nasional

Jumeri mengatakan, demi mencegah tindakan kekerasan, maka semua pihak harus menggalakkan berbagai kegiatan edukatif, seperti menyiapkan program sekolah yang ramah anak, menyenangkan, dan model pembelajaran yang mengarah pada pembinaan karakter peserta didik.

Kemudian, harus meningkatkan fasilitas sekolah yang dapat memonitor seluruh sudut sekolah dengan baik. Bila sudut sekolah tak terlihat, seperti kamar mandi, maka akan rawan menjadi tempat tindak kekerasan.

"Lalu giatkan program yang mampu meningkatkan pemahaman tentang persaudaraan, hati nurani, toleransi, ketulusan, dan kejujuran seperti ekstrakurikuler, dan kegiatan lain yang positif," jelas dia.

Poin terakhir, Jumeri menekankan, jangan lupa libatkan orangtua dalam memecahkan problematika pembelajaran. Jangan sampai ada pandangan kalau orangtua diundang ke sekolah hanya karena masalah uang atau karena putra-putrinya ada kasus di sekolah.

Bila ada interaksi antara orangtua dengan sekolah, maka memungkinkan kedua belah pihak mengenal dan memahami karakter dan potensi anak. Sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai khususnya di tengah pembelajaran jarak jauh (PJJ) seperti sekarang.

"Adakan pertemuan bulanan berupa kelas parenting secara berkala. Di forum itu guru dan orangtua saling bertukar informasi tentang kegiatan sekolah, kendala belajar hingga kondisi peserta didik di rumah," tegas Jumeri.

Jadilah teladan bagi peserta didik

Jumeri mengajak orangtua, tenaga pendidik dan para pemangku kepentingan untuk menjadi teladan bagi peserta didik.

Dia meyakini, saat keluarga dan satuan pendidikan mampu mempraktikkan keluhuran budi pekerti, maka anak-anak akan mudah untuk mencontoh. Hal itu pula yang akan menjadi bekal bagi anak-anak menghadapi tantangan di masyarakat.

Baca juga: Alternatif Solusi Masalah Kesenjangan Teknologi dan Dunia Pendidikan

"Selanjutnya, kepada anak-anak, jadilah agen anti kekerasan di sekolah, tunjukan prestasi kalian, kesantunan, kerapihan, dan budi pekerti pada orang lain. Nanti orang lain juga akan menghargai kita dan akan berpikir seribu kali sebelum melakukan kekerasan. Berkawanlah di lingkungan yang mengajak kalian berbuah baik," pungkas dia.


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X