Libatkan Pemda, Kemendikbud Gandeng Seniman Mengajar di Sekolah lewat GSMS

Kompas.com - 06/09/2020, 20:35 WIB
Atraksi Seni Budaya dan Flashmob Siap Menghiasi Selasa Wage di Malioboro SHUTTERSTOCK Atraksi Seni Budaya dan Flashmob Siap Menghiasi Selasa Wage di Malioboro

KOMPAS.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud) bakal melibatkan pemerintah daerah (Pemda) dalam menjalankan Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) 2020.

Langkah ini dilakukan demi memfasilitasi para seniman lokal dalam mengajar seni budaya di sekolah.

Seniman dimaksud, seperti perupa, penyair, penyanyi, dan lainnya yang memiliki bakat seni dan sudah menciptakan serta menyelenggarakan karya seni.

Baca juga: Gerakan Seniman Masuk Sekolah Daring, Upaya Merawat Karakter Bangsa di Tengah Pandemi

"Seleksi para seniman yang terlibat dilakukan oleh pemerintah daerah masing-masing. Kami di Kemendikbud memberikan panduan kriterianya," kata Direktur Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan Kemendikbud Restu Gunawan dalam keterangannya, seperti mengutip laman resmi Kemendikbud, Minggu (6/9/2020).

Restu mengaku, belajar seni dan budaya sangat penting dilakukan sejak dini. Hal itu demi menjaga ketahanan budaya.

Tak hanya itu, pelaksanaan itu akan terjalin dialog dan kolaborasi antar pemangku kepentingan, yang akhirnya memberikan dampak positif bagi banyak khalayak.

Pelaksanaan GSMS prioritas Kemendikbud

Program GSMS, jelas Restu, sudah dijalankan sejak 2017. Pelaksanaan GSMS ini merupakan salah satu program prioritas Kemendikbud dalam membantu dan memfasilitasi keterbatasan sekolah dalam menghadirkan guru seni budaya berkompeten.

Memang, lanjut Restu, target GSMS di tahun ini mengalami penurunan bila dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Hal itu dikarenakan ada realokasi dan refocusing untuk penganganan wabah Covid-19. Tapi, dengan adanya kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah, program GSMS tetap berjalan di 16 lokasi yang telah ditentukan.

"Anggaran itu nantinya berbagi antara APBD dan APBN dalam membiayai honorarium para seniman dan pendampingnya. Untuk program tahun ini ada 210 seniman yang terlibat. Sebanyak 4.200 siswa yang ikut program GSMS, dari tingkat SD sampai SMA atau SMK, baik swasta maupun negeri," jelas Restu.

Selama masa pandemi Covid-19, Restu menjelaskan, program GSMS akan dijalankan dengan basis luring maupun daring.

Sementara itu, Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid menambahkan, program GSMS ini dijalankan bukan untuk melatih siswa menjadi seniman, tapi mendidik karakter siswa dengan cara yang artistik.

Baca juga: Berkarya dan Bahagia dari Rumah, Seniman Tidak Berhenti di Tengah Wabah

"Gagasan dasarnya agar bisa mempertemukan seniman dengan siswa. Dengan tujuan agar bisa mendapatkan pengalaman untuk berkreasi, merumuskan ide hingga bisa melakukan eksekusi," pungkas Hilmar.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X