Kompas.com - 12/03/2020, 10:20 WIB
Sebanyak 379 SMP/MTs di Surabaya akan menghadapi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun 2018/2019, yang dilaksanakan mulai hari Senin (22/4/2019) hingga Kamis (25/4/2019) nanti. Dinas Pendidikan Surabaya sudah melakukan sinkronisasi data dan soal dengan Puspendik Balitbang Kemendikbud. Dok. Pemkot SurabayaSebanyak 379 SMP/MTs di Surabaya akan menghadapi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun 2018/2019, yang dilaksanakan mulai hari Senin (22/4/2019) hingga Kamis (25/4/2019) nanti. Dinas Pendidikan Surabaya sudah melakukan sinkronisasi data dan soal dengan Puspendik Balitbang Kemendikbud.

KOMPAS.com - Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2020 tinggal menghitung hari. Untuk siswa SMK, ujian nasional akan dimulai pada Senin mendatang, yakni 16 Maret 2020.

Sedangkan siswa SMA/MA, dimulai pada 30 Maret 2020 dan untuk siswa SMP ujian nasional akan berlangsung pada 20 April 2020.

Walau kini virus corona telah masuk ke Indonesia, namun pelaksanaan ujian nasional 2020 tetap dilaksanakan sesuai jadwal.

Hal tersebut disampaikan oleh Plt Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan dan Pembukuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Totok Suprayitno.

"Untuk kasus [infeksi virus] semacam itu tentu ada perlakuan khusus. Tetapi intinya negara melayani bagi siswa-siswa yang terpaksa, dengan alasan yang valid, yang bisa dipertanggungjawabkan, tidak bisa mengikuti ujian pada jadwalnya," tutur Totok dalam Bincang Sore Kemendikbud, di Jakarta, Rabu (12/3/2020).

Baca juga: Wabah Corona, ini Tanggapan Kemendikbud tentang Meliburkan Sekolah

Untuk itu, Totok menyarankan, selain melakukan persiapan akademis untuk dapat mengerjakan soal ujian dengan baik, siswa, guru, dan warga di sekolah untuk melakukan protokol penyebaran virus corona atau Covid-19 saat ujian nasional 2020.

Salah satu yang ditekankan Totok ialah tidak menggunakan pulpen secara bersama, terutama saat ada absensi menggunakan pulpen yang disediakan oleh panitia.

“Misalnya pulpen untuk absen gunakan punya sendiri. Konon, [wabah corona] Diamond Princess itu menular karena saat registrasi itu menggunakan pulpen yang sama. Cukup satu alat dan satu orang untuk bisa menyebarkan ke seribu orang,” jelas Totok.

Untuk itu, lanjut Totok, protokol ini perlu dilakukan dengan cara yang seksama.

Baca juga: Universitas Terbaik Indonesia Versi QS World University Rankings 2020

Berikut isi Protokol Pencegahan Penyebaran Covid-19 pada Pelaksanaan UN 2020.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.