Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Penasihat Presiden Ukraina: Perang Bisa Berakhir Mei Tahun Ini

Kompas.com - 15/03/2022, 14:30 WIB
Tito Hilmawan Reditya

Penulis

Sumber AFP

KYIV, KOMPAS.com - Perang di Ukraina kemungkinan akan berakhir pada awal Mei tahun ini ketika Rusia kehabisan sumber daya untuk menyerang negara tetangganya.

Pernyataan ini diungkap Oleksiy Arestovich, penasihat kepala staf presiden Ukraina pada Senin (15/3/2022) malam, dilansir Reuters.

Pembicaraan antara Kyiv dan Moskwa, di mana Arestovich tidak terlibat secara pribadi, sejauh ini hanya menghasilkan sedikit hasil selain beberapa koridor kemanusiaan dari kota-kota Ukraina yang terkepung.

Baca juga: Setelah Sempat Terhenti, Rusia Mulai Serang Lagi Ibu Kota Kyiv, Ini yang Terjadi

Dalam sebuah video yang diterbitkan beberapa media Ukraina, Arestovich mengatakan waktu yang tepat akan tergantung pada seberapa banyak sumber daya yang bersedia diberikan Kremlin untuk serangan tersebut.

"Saya pikir paling lambat Mei, awal Mei, kita harus memiliki kesepakatan damai, mungkin jauh lebih awal, kita akan lihat, saya berbicara tentang kemungkinan tanggal terbaru," kata Arestovich.

“Kami berada di persimpangan jalan sekarang. Akan ada kesepakatan damai yang dicapai dengan sangat cepat, dalam satu atau dua minggu, dengan penarikan pasukan dan segalanya," ujarnya.

"Atau akan ada upaya untuk menyatukan beberapa, katakanlah, warga Suriah untuk sebuah ronde kedua dan, ketika kita menggiling mereka juga, kesepakatan akan terjadi pada pertengahan atau akhir April," tambahnya.

Baca juga: Pemimpin Chechnya Datangi Ukraina, Temui Pasukannya yang Serang Kyiv

Skenario "benar-benar gila" juga bisa terjadi dimana Rusia bisa mengirim wajib militer baru setelah satu bulan pelatihan.

Namun, bahkan setelah perdamaian disepakati, bentrokan taktis kecil dapat tetap mungkin terjadi selama satu tahun, menurut Arestovich, meskipun Ukraina bersikeras pada pemindahan total pasukan Rusia dari wilayahnya.

Perang di Ukraina dimulai pada 24 Februari 2022 ketika Presiden Rusia Vladimir Putin meluncurkan apa yang disebutnya "operasi militer khusus".

Baca juga: Momen Editor TV Pemerintah Rusia Menyela Siaran Medianya Sendiri Serukan Anti-perang

Serangan ini jadi yang terbesar terhadap negara Eropa sejak Perang Dunia Kedua.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com