Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kondisi PM Slovakia Stabil Usai Ditembak Rabu Kemarin

Kompas.com - 16/05/2024, 15:57 WIB
Albertus Adit

Penulis

Sumber AFP,ABC News

HANDLOVA, KOMPAS.com - Kondisi Perdana Menteri (PM) Slovakia Robert Fico pada Kamis (16/5/2024) pagi telah stabil, meski kondisinya masih serius.

Sebelumnya, PM Slovakia ditembak beberapa kali di bagian perut sebagai upaya pembunuhan pada Rabu (15/5/2024).

Dikutip dari ABC News, Robert Fico ditembak lima kali di luar gedung pemerintah di kota Handlova, menurut Menteri Dalam Negeri Slovakia Matus Sutaj Estok.

Baca juga: PM Slovakia Robert Fico Ditembak Beberapa Kali, Nyawanya Terancam

Dokter bekerja semalaman untuk menstabilkan kondisinya, dengan dua tim medis menanganinya. Dia juga telah menghabiskan sekitar 5 jam dalam operasi.

Namun cederanya yang rumit membuat dia masih dianggap dalam kondisi serius, kata Wakil PM Slovakia Robert Kalinak pada Kamis.

"Sayangnya, kondisinya masih sangat serius karena cederanya rumit," ujar Kalinak, yang juga merupakan menteri pertahanan dan sekutu dekat Fico yang berasal dari partainya Smer-SD, dikutip dari AFP.

"Apa yang terjadi hari ini adalah stigma yang akan menghantui kita selama bertahun-tahun yang akan datang," terang Kalinak kepada wartawan pada konferensi pers di luar rumah sakit.

Rekaman kejadian setelah penembakan menunjukkan agen keamanan mengambil Fico yang terluka dari tanah dan membawanya ke dalam mobil hitam.

Sedangkan polisi lainnya memborgol seorang pria di trotoar di dekatnya.

Polisi menahan seorang tersangka di lokasi serangan di Handlova, kata Presiden Zuzana Caputova kepada wartawan.

"Saya kaget, kita semua kaget dengan serangan yang mengerikan dan keji ini," tambahnya.

Kalinak sebelumnya mengatakan bahwa serangan itu adalah "serangan politik".

Baca juga: Bentrokan di Tepi Barat, 3 Orang Tewas Ditembak Pasukan Israel

Robert Fico, yang partainya memenangkan pemilihan umum September lalu, adalah perdana menteri empat kali dan veteran politik yang dituduh mengubah kebijakan luar negeri negaranya demi kepentingan Kremlin.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com