Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Harlah NU, Gus Yahya: Kita Akan Membuat Kata Menjadi Kerja

Kompas.com - 05/02/2022, 17:15 WIB
Muhamad Syahrial

Penulis

KOMPAS.com - Acara hari lahir (Harlah) ke-96 Nahdlatul Ulama (NU) diselenggarakan di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (5/2/2022).

Dalam perayaan harlah NU tahun ini yang mengusung tema “Merawat Jagat, Membangun Peradaban”, NTT dipilih menjadi salah satu titik utama acara.

Pasalnya, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengaku akan memulai kerja peradaban dengan membantu para nelayan di NTT.

Selain itu, Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) dalam sambutannya mengatakan, NTT adalah miniatur Indonesia karena memiliki karakter maritim yang identik dengan peradaban Indonesia.

“Kenapa kami (PBNU) memilih NTT (sebagai lokasi perayaan Harlah NU), karena untuk memperjuangkan masa depan harus tahu siapa diri kita, apa watak kita, apa karakter kita," kata Gus Yahya.

Baca juga: Harlah NU ke-96 Digelar di Kampung Nelayan NTT, Gus Yahya: Merawat Jagat Kemaritiman

"NTT ini adalah miniatur Indonesia. Itu sangat tepat dengan perwujudan watak peradaban Nusantara yakni watak maritim. Peradaban kita ini adalah peradaban dan karakter maritim,” imbuhnya.

Menurut Gus Yahya, masyarakat maritim memiliki karakter dan filosofi yang kuat, sehingga dapat menjadi modal serta landasan dalam membangun peradaban Indonesia.

Gus Yahya menuturkan, setidaknya terdapat tiga ciri khas masyarakat maritim, yakni berbaik sangka kepada Tuhan, berbaik sangka kepada manusia, dan berbaik sangka dan mengakrabi alam.

Oleh sebab itu, Gus Yahya mengungkapkan, PBNU akan mulai merangkul dan membantu nelayan di NTT.

Gus Yahya menjelaskan, selain di NTT, upaya pemberdayaan masyarakat nelayan juga akan dilakukan di berbagai daerah pesisir lainnya.

Baca juga: Warga NU Diminta Mengingat Kembali Isyarat Tongkat Nabi Musa

“Kita akan membuat kata menjadi kerja dan kerja yang bisa diukur,” ujar Gus Yahya.

Gus Yahya menyampaikan, perayaan Harlah NU juga telah digelar di Kalimantan Timur (Kaltim) pada Senin (31/1/2022).

Kaltim dipilih menjadi salah satu titik penyelenggaraan acara Harlah NU tahun ini karena di wilayah tersebut pemerintah hendak membangun ibu kota negara yang baru.

“Ini (pembangunan IKN) adalah gagasan yang sangat ikonik dan mencerminkan visi membangun masa depan. Maka NU perlu hadir untuk bersama ikut membangun menjadi bagian pembangunan ibukota yang baru,” kata Gus Yahya.

Harlah NU di NTT digelar di hotel Meruorah Labuan Bajo, Sabtu (5/2/2022). Selain dihadiri Ketua Umum PBNU, turut hadir juga Sekjen PBNU Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Katib Aam KH Ahmad Said Asrori, beberapa pengurus inti PBNU, Ketua PWNU NTT, seluruh ketua PCNU di NTT, serta Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat.

Baca juga: Gus Yahya Ajak Nahdliyin Tak Sekadar Pahami NU sebagai Identitas

Setelah NTT, Harlah NU rencananya juga akan digelar di Palembang, Sumatera Selatan, pada Sabtu (12/2/2022).

Gus Yahya mengungkapkan, puncak Harlah NU tahun ini akan diselenggarakan di Bangkalan, Madura, karena wilayah tersebut dianggap sebagai sumber kekuatan spiritual NU.

“Nanti puncak Harlah (NU) kita pungkasi di Bangkalan, Madura, karena Bangkalan adalah sumber kekuatan spiritual NU. Untuk memulai peradaban, kita membutuhkan sumber spiritual awal didirikannya NU," ujar Gus Yahya.

"Sebelum membentuk NU, Hadratussyaikh Hasyim Asyari memerlukan pendapat Syaichona Cholil Bangkalan dulu,” jelasnya.

Sementara itu, Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan yang hadir secara virtual dalam acara Harlah kali ini mengatakan, kehadiran NU sangat dibutuhkan oleh negara.

Baca juga: Ketua GP Ansor: NU Perlu Berbenah Total!

“NU bukan hanya menjadi simbol organisasi besar umat Islam tapi juga banyak membawa perubahan, utamanya dalam penguasaan Ilmu pengetahuan dan teknologi,” kata Luhut.

Luhut melanjutkan, NU di masa mendatang harus dapat memadukan antara ilmu pengetahuan teknologi informasi dengan ilmu agama.

“Dunia tentunya berubah dan membutuhkan terobosan baru. NU ke depan mampu tidak hanya sebagai pagar yang menjaga NKRI namun juga berkontribusi dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi seraya berpegang teguh pada nilai-nilai keislaman,” ujar Luhut.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Terpopuler

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com