Mengapa Air Tenang Tiba-tiba Jadi Ganas dan Seret 11 Siswa MTs hingga Tewas?

Kompas.com - 17/10/2021, 09:54 WIB
Sungai Cileueur Kampung Leuwi Ili Desa Utama Kecamatan Cijeunjing Kabupaten Ciamis lokasi kejadian 11 siswa MTs Harapan Baru tewas tenggelam terlihat dangkal dan airnya tenang, padahal di dasar muara sungainya terdapat pusaran air, Sabtu (16/10/2021). KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHASungai Cileueur Kampung Leuwi Ili Desa Utama Kecamatan Cijeunjing Kabupaten Ciamis lokasi kejadian 11 siswa MTs Harapan Baru tewas tenggelam terlihat dangkal dan airnya tenang, padahal di dasar muara sungainya terdapat pusaran air, Sabtu (16/10/2021).
Penulis Farid Assifa
|

KOMPAS.com - Tragedi tewasnya 11 siswa MTs Harapan Baru di Sungai Cileueur, Ciamis, Jumat (15/10/201), menyisakan pertanyaan, mengapa air tenang sungai tiba-tiba menjadi ganas hingga menyeret para korban.

Sebelumnya, Bupati Ciamis Herdiat Sunarya menceritakan detik-detik 11 siswa MTs tersapu arus deras Sungai Cileueur.

Kata Herdiat, air sungai di lokasi itu awalnya tenang hingga kegiatan susur siswa berjalan baik.

Namun tiba-tiba, arus menjadi kuat dari hulu ke muara sungai (hilir) hingga menyeret peserta susur sungai. Sebanyak 11 siswa tewas tenggelam.

"Memang kondisi airnya itu tenang, diduga 11 orang pelajar ini terbawa arus yang kuat dan menuju muara sungai. SAR gabungan menemukan para korban berada di sana, semuanya," kata Herdiat.

Baca juga: Detik-detik 11 Siswa MTs Harapan Baru Tewas Terseret Arus Sungai Cileueur

Karakter Sungai Cileueur

Sementara itu, pegiat sekaligus pelatih Kayak Arus Deras, Nanang Kuswara menjelaskan, air tenang berubah menjadi ganas karena terjadi hujan di hulu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia menjelaskan, Sungai Cileueur yang menjadi lokasi tragedi itu merupakan anak Sungai Citanduy. Sungai tersebut memiliki karakter kemiringan cukup curam dan penampangnya sehingga ketika air bah muncul, alirannya sangat cepat.

"Tingkat kemiringan Sungai Cileueur lumayan curam dari hulu ke hilir, ketika air bah datang, arusnya cepat. Seperti Citanduy (induk Cileueur), karakternya full drop dan penampang sempit, ketika air bah muncul, itu cepat," kata Nanang kepada Kompas.com via sambungan telepon, Sabtu (17/10/2021).

Nanang menjelaskan, di Tasikmalaya dan Ciamis, sebenarnya ada dua sungai besar, yakni Citanduy dan Ciwulan. Kedua sungai itu memiliki sejumlah anak sungai.

Sungai Cileueur merupakan anak Sungai Citanduy yang memiliki karakter kurang lebih sama, yakni kemiringan curam sehingga ketika terjadi hujan di hulu, air bah melaju dengan cepat.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.