Mengapa Robot Trading Berbahaya dan Merugikan Orang?

Kompas.com - 02/10/2021, 05:55 WIB
Penulis Farid Assifa
|

KOMPAS.com - Seiring dengan meningkatnya minat berinvestasi di masyarakat, istilah robot trading semakin banyak diperbincangkan, bahkan diperdebatkan.

Daya pikat kemudahan dan keuntungan yang ditawarkan menarik banyak orang ke platform trading yang secara otomatis memperdagangkan aset seperti mata uang atau forex.

Namun, berhati-hatilah karena sejumlah robot trading telah diidentifikasi sebagai praktik penipuan atau investasi bodong.

Setelah melakukan penyelidikan, Pengamat Investasi dan Praktisi Desmond Wira menjelaskan berbagai modus dan kejanggalan platform robot trading.

Rasio untung-rugi yang tinggi dari robot trading adalah kejanggalan pertama yang ditemukan. Beberapa robot trading dipercaya memiliki rasio keuntungan atau biasa disebut dengan win rate hampir 90 persen.

"Bahkan ada robot trading semenjak muncul tidak pernah loss (rugi)," kata Desmond kepada Kompas.com, Kamis (30/9/2021).

Baca juga: Uang Bisa Hilang Seketika, Ini Modus Investasi Bodong Berkedok Robot Trading

Hal ini, menurutnya, tidak masuk akal karena trader yang ahli dan bahkan investor global berpengalaman pun memiliki rasio kerugian yang jauh lebih tinggi.

"Sebagai contoh, George Soros pun dikabarkan hanya memiliki akurasi sekitar 30-50 persen dalam tradingnya," kata Desmond.

Desmond juga mengemukakan, praktik robot trading hanya bisa digunakan oleh broker tertentu.

Robot trading seharusnya dapat digunakan oleh broker forex lain dengan menggunakan sistem Expert Advisor (EA).

“Masalahnya broker ini tidak bagus regulasinya,” jelasnya.

"Yaitu terdaftar di negara-negara offshore yang tidak terjangkau hukum, dan ada juga broker yang tidak teregulasi apapun," lanjut Desmond.

Menurut Desmon, hal ini berisiko karena jika ada penipuan, semua uangnya akan hilang.

Robot trading dalam operasinya menggunakan perdagangan atau trading buatan.

Hal ini ditunjukkan dalam berbagai cara, termasuk pembukaan posisi perdagangan yang tertunda, posisi penetapan harga yang berbeda dari harga waktu nyata, lainnya.

Kejanggalan terakhir adalah skema member get member atau money game ala ponzi untuk memberikan keuntungan yang dipakai berbagai platform robot trading.

Menurut Desmon, apa gunanya menggunakan member get member jika robot trading dengan statistik terus untung?

Desmond mengatakan, ini pada dasarnya menunjukkan bahwa platform robot trading, seperti skema ponzi lainnya, membutuhkan uang dari pengguna baru agar bisa beroperasi.

Desmond menyarankan agar menghindari produk robot trading ini karena seringkali berisiko atau berbahaya.

Masyarakat diimbau hati-hati

Robot perdagangan, sebagaimana dijelaskan Tongam L Tobing, Kepala Satgas Waspada Investasi (SWI), seharusnya hanya digunakan sebagai alat atau platform untuk membantu investor dalam operasi jual beli aset.

Robot trading sebenarnya tidak memiliki sifat kepastian yang menawarkan keuntungan kepada investor.

Semua keputusan pembelian dan penjualan dalam semua operasi investasi, termasuk robot trading, harus dibuat oleh investor, bukan oleh pihak ketiga.

Oleh karena itu, Tongam menyarankan masyarakat umum untuk terlebih dahulu memahami mekanisme robot trading.

Baca juga: Soal Robot Trading, Satgas Waspada Investasi: Tidak Ada Keuntungan Fix dalam Trading

Investor berkewajiban untuk sepenuhnya memahami bahaya platform tersebut.

Ia mengimbau jangan sekali-kali melakukan investasi pada perdagangan berjangka komoditi kepada orang yang bukan merupakan organisasi perdagangan berjangka komoditi yang memiliki izin dari Bappebti.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terpopuler

komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.