Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 15/11/2022, 20:30 WIB

KOMPAS.com - Arie Hanggara (7) tergeletak tak bernyawa di kamar mayat RSCM dengan sekujur tubuh babak belur.

Luka itu akibat pukulan ayah kandungnya sendiri, Machtino Eddiwan, Kamis (8/11/1984) subuh.

Pemukulan dilakukan Machtino di ruang tamu rumah mereka di Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Kematian Arie Hanggara menghebohkan publik tanah air pada medio November 1984.

Dikutip dari Harian Kompas 9 November 1984, Arie tewas setelah dipukuli ayah kandungnya karena disebut mencuri uang di sekolahnya. 

Bocah kelas 1 SD itu meregang nyawa setelah dipukuli dengan tangan ayahnya dan gagang sapu.

Tak sempat mendapatkan pertolongan, Arie meninggal dalam perjalanan saat akan dibawa ke RSCM.

Baca juga: Siapakah Arie Hanggara?

Siapa Arie Hanggara?

Dikutip dari Kompas.com, Arie Hanggara adalah seorang anak kecil yang tewas pada 8 November 1984.

Arie meninggal setelah dianiaya sampai meninggal oleh ayahnya, Machtino, dan ibu tirinya, Sinta.

Besarnya kasus tentang Arie Hanggara pun sampai diangkat menjadi sebuah film bertajuk Arie Hanggara, yang diproduksi oleh PT Tobali Indah Film pada 1985.

Arie Hanggara lahir di Bogor, Jawa Barat, pada tanggal 21 Desember 1977.

Ia merupakan anak kedua dari pasangan Machtino Eddiwan dengan istri pertamanya, Dahlia Nasution.

Menurut riwayat, Machtino dan Dahlia menikah pada 1975, dan dikaruniai dua orang anak.

Namun pernikahan keduanya tidak berjalan dengan baik.

Sering sekali mereka berpindah-pindah rumah dan Machtino sendiri kerap berganti pekerjaan.

Dahlia lalu memutuskan untuk kembali ke rumah orang tuanya pada 1981, dan bercerai dengan Machtino pada 1982.

Setelah bercerai, Machtino diketahui memiliki hubungan khusus dengan seorang perempuan bernama Santi, yang disebut-sebut merupakan teman dari Dahlia.

Sama seperti sebelumnya, hubungan Machtino dan Santi juga kerap bertengkar.

Baca juga: 7 Tahun Lalu, Engeline Tewas Dibunuh 3 Hari Sebelum Ulang Tahunnya

Kronologi meninggalnya Arie Hanggara

Dirawat Machtino dari Santi, Arie Hanggara kerap disiksa oleh sang ayah dan ibu tirinya, Santi.

Namun, penyiksaan berat mulai terjadi pada tanggal 14 Agustus 1984, di mana Machtino menemukan sejumlah uang Rp 8.500 di dalam tas sekolah milik Arie.

Padahal, Machtino mengatakan bahwa ia tidak pernah memberi Arie uang sebanyak itu.

Saat itu, Arie memang mengaku mengambil uang itu dari dalam tas temannya.

Akan tetapi, setelah salah seorang guru Arie menanyakan ternyata tidak ada satu orang pun yang merasa kehilangan uang.

Mengetahui hal ini, Machtino diketahui langsung memukul dan menghukum Arie.

Kejadian kedua terjadi pada tanggal 3 November, di mana kembali ditemukan uang sejumlah Rp 8.000 di dalam tas Arie.

Di kejadian kali ini Machtino dan Santi sudah sangat naik pitam. Seketika itu juga Arie langsung dihajar menggunakan gagang sapu dari tangan Machtino sendiri.

Disebutkan juga bahwa Santi dengan teganya membenturkan kepala Arie ke tembok.

Keesokan harinya, Arie masih dihukum dengan mengangkat kedua tangannya dalam kondisi terikat dan menghadap tembok.

Tragisnya lagi, makan dan minum Arie juga dijatah.

Menurut catatan kepolisian, Arie pada waktu itu hanya diperbolehkan minum pukul 14.00 WIB dan hanya diberi makan pada pukul 20.00 WIB.

Belum berhenti di situ, pada tanggal 5-7 November, Arie tidak diperbolehkan masuk sekolah.

Bahkan, pada tanggal 7 November malam, Arie kembali mendapat siksaan yang tak kunjung usai.

Sejak pukul 20.00, Arie disuruh berdiri menghadap tembok kamar mandi dan diperintahkan jongkok-berdiri secara bergantian.

Jika tidak sanggup, Arie akan langsung dihajar. Sampai ayahnya pergi tidur, Arie masih harus melakukan hukuman tersebut.

Akan tetapi, nahasnya, sekitar tengah malam, sang ayah yang terbangun langsung murka begitu melihat Arie sudah duduk di kursi.

Arie kemudian langsung dipukuli menggunakan gagang sapu secara bertubi-tubi.

 

Arie Hanggara tewas

Sekitar pukul 03.00 dini hari, Arie yang sudah tidak sanggup menahan sakit terjatuh dan pingsan.

Machtino pun langsung bergegas membawa Arie ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

Sayangnya, selama di perjalanan menuju ke rumah sakit, ternyata Arie sudah tidak bernyawa.

Sesampainya di rumah sakit, Machtino mengatakan bahwa putranya ini mengalami kecelakaan lalu lintas.

Namun, setelah melihat luka memar yang ada pada tubuh Arie, pihak rumah sakit curiga bahwa Arie tewas bukan karena kecelakaan, melainkan akibat siksaan fisik.

Pihak rumah sakit pun segera menghubungi kepolisian.

Keesokan harinya, tanggal 9 November 1984, ketika hendak mengambil jenazah Arie di kamar mayat, Machtino ditangkap.

Sewaktu diperiksa, Machtino baru mengakui bahwa Arie tewas karena penganiayaan yang telah ia lakukan selama berhari-hari.

Masih di hari yang sama, jenazah Arie disemayamkan di Pemakaman Jeruk Purut, Jakarta Selatan.

Di samping kanan-kiri nisan Arie ada sebuah tulisan “Maafkan Papa” dan “Maafkan Mama.” Disebutkan bahwa tulisan itu dibuat sendiri oleh Machtino dan Santi setelah keduanya bebas.

Machtino dihukum 5 tahun

Machtino langsung menjalani proses persidangan dan dinyatakan bersalah.

Ia dijatuhi hukuman penjara selama lima tahun oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, sedangkan Santi yang juga dinyatakan bersalah divonis hukuman selama tiga tahun penjara.

Referensi:

  • Pusat Data dan Analisa Tempo. (2019). Kisah Arie Hanggara dan Kekerasan Terhadap Anak. Pusat Data dan Analisa Tempo.
  • Litbang Harian Kompas. 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Siapakah Arie Hanggara? ". 

(Sumber: Verelladevanka Adryamarthanino | Editor : Nibras Nada Nailufar)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+