Jaya Suprana
Pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan

Penulis adalah pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan.

Filsafat Berbuat Baik Master Cheng Ye

Kompas.com - 11/08/2022, 09:01 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

ATAS budi baik Pak Aguan dan Pak Franky Wijaya, saya beruntung dapat berkunjung ke markas besar Buddha Tzu Chi di Hua Lien, Taiwan. Di negeri yang secara geopolitis kini sedang memanas itu, saya sempat melihat sebuah foto yang terpajang di dinding sebuah ruangan mabes (markas besar) Buddha Tzu Chi.

Foto tersebut menampilkan suatu adegan berlatar belakang puing-puing reruntuhan bangunan akibat malapetaka gempa bumi. Dalam foto itu ada tokoh pendiri Buddha Tzu Chi, Master Cheng Yen, sedang berjumpa dengan seorang korban gempa.

Baca juga: Bantuan Alkes dari Yayasan Buddha Tzu Chi Dikirimkan ke Medan dan Padang

Pemberi bantuan berterima kasih kepada penerima

Ketika saya menanyakan apa makna adegan foto tersebut. Seorang relawan Buddha Tzu Chi menjelaskan kepada saya, yang seorang nasrani, bahwa Master Cheng Yen sebagai pemberi bantuan mengucapkan terima kasih kepada pihak penerima bantuan dari Master Cheng Yen.

Karena kurang paham maka saya mengulang pertanyaan saya. Pertanyaan itu  dijawab dengan jawaban yang sama oleh sang relawan Buddha Tzu Chi.

Sebagai manusia yang sudah terbiasa dengan logika terima kasih, di mana lazimnya yang berterima kasih sewajibnya pihak yang menerima sumbangsih, saya sulit memahami makna foto dengan adegan pemberi sumbangsih malah mengucapkan terima kasih kepada penerima bantuan.

Baru setelah kemudian berjumpa langsung dengan Master Cheng Yen di markas besar Buddha Tzu Chi di Hua Lien tersebut saya memperoleh pencerahan langsung dari Master Cheng Yen. Master Cheng Yen mengatakan bahwa sewajibnya pemberi bantuan berterima kasih kepada penerima bantuan sebab sang penerima bantuan memberi kesempatan kepada pemberi untuk berbuat kebaikan.

Lubuk sanubari saya yang sejak mulai bisa berpikir senantiasa sibuk mencari makna kehidupan langsung tergetar secara dahsyat oleh pencerahan Master Chen Yen tentang makna welas-asih dalam wujud terluhur dan tertulus. Otak bebal saya mengalami suatu pukulan yang memutar balik segenap konstelasi logika kemanusiaan yang sudah terlanjur saya yakini sebagai kelaziman keduniawian, yakni meyakini bahwa yang menerima bantuan wajib mengucapkan terima kasih kepada yang memberikan bantuan.

Orang tua saya juga memberi pendidikan kepada saya agar selalu berterima kasih kepada orang yang menolong dan membantu saya.

Ternyata menurut kearifan Master Cheng Yen, memperoleh kesempatan untuk memberi bantuan jauh lebih memiliki makna nilai kebaikan ketimbang memperoleh kesempatan untuk menerima bantuan. Master Cheng Yen bukan hanya mengajari saya untuk berbuat baik, dia bahkan mengajari saya untuk berbuat baik tanpa pamrih. 

Karena itu, justru saya harus berterima kasih kepada penerima kebaikan dari saya.

Memberi tanpa pamrih

Dari Master Cheng Yen saya belajar berbuat baik tanpa kemelekatan pada pamrih atas terima kasih, apalagi balas budi atas kebaikan yang saya berikan kepada sesama manusia.

Namun tentu saja saya masih wajib berterima kasih kepada yang telah berbuat baik bagi saya.

Baca juga: Mereka yang Tanpa Pamrih Berusaha Obati Penderita Gangguan Jiwa

Saya sadar atas sesuatu yang sampai kini masih sulit melakukannya namun harus selalu berupaya untuk melakukannya demi senantiasa berikhtiar mendekati kebaikan dalam perjalanan hidup adalah mengucapkan terima kasih kepada yang memberi kesempatan bagi saya untuk berbuat baik.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.