Gejala dan Cara Penularan Cacar Monyet yang Menginfeksi Ribuan Orang

Kompas.com - 28/06/2022, 10:05 WIB

KOMPAS.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat, sudah ada lebih dari 3.200 kasus cacar monyet dengan satu kematian dilaporkan dalam enam pekan terakhir.

Semua kasus tersebut tersebar di 48 negara. Khusus untuk Afrika Tengah yang menjadi endemik cacar monyet, angka kasus bahkan mencapai 1.500.

Kendati demikian, WHO belum memasukkan cacar monyet ke dalam kategori darurat kesehatan global seperti Covid-19.

Baca juga: Gejala Cacar Monyet dari Hari ke Hari Menurut Kemenkes

Gejala cacar monyet

Dibandingkan cacar lainnya, gejala cacar monyet disebut lebih ringan, dikutip dari Washington Post.

Setelah masa inkubasi selama satu sampai dua minggu, penyakit ini biasanya menunjukkan gejala demam, nyeri otot, kelelahan dan gejala mirip flu lainnya.

Tidak seperti cacar lainnya, cacar monyet juga menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening.

Baca juga: Gejala Cacar Monyet dari Hari ke Hari Menurut Kemenkes

Dalam beberapa hari setelah demam, pasien mengalami ruam, seringkali dimulai pada wajah kemudian menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Kondisi tersebut kemudian tumbuh menjadi pustula berisi cairan yang membentuk keropeng. Apabila terbentuk pada mata, maka dapat menyebabkan kebutaan.

Menurut WHO, cacar monyet biasanya berlangsung selama dua hingga empat minggu.

Kematian lebih tinggi di antara anak-anak dan dewasa muda, sementara orang-orang yang sistem kekebalannya terganggu sangat berisiko terkena penyakit parah.

Cara penularan cacar monyet

Berbeda dari Covid-19, cacar monyet tidak mudah menyebar di antara manusia.

Kontak dengan virus dari hewan, manusia atau benda yang terkontaminasi adalah jalur utama.

Virus masuk ke dalam tubuh melalui kulit yang rusak, saluran pernapasan atau selaput lendir di mata, hidung atau mulut.

Baca juga: WHO Belum Tetapkan Status Cacar Monyet Jadi Darurat Kesehatan Global

 

Penularan dari satu orang ke orang lain diperkirakan terjadi melalui partikel pernapasan selama kontak tatap muka langsung dan berkepanjangan.

Namun, penularan dapat juga terjadi melalui kontak dengan cairan tubuh, bahan lesi, dan melalui kontak tidak langsung dengan pakaian atau linen yang terkontaminasi.

Untuk mencegahnya, bisa dilakukan dengan disinfektan rumah tangga biasa.

Ada beberapa rantai penularan dari manusia ke manusia, termasuk dalam jaringan seksual yang terjadi di negara-negara yang sebelumnya tidak ada cacar monyet.

Meskipun bisa menginfeksi siapa pun, kebanyakan kasus terjadi pada pria.

Di daerah endemik Afrika, diperkirakan terkait dengan praktik berburu.

Sementara dalam wabah saat ini, sebagian besar individu adalah pria yang berhubungan seks dengan sesama jenis, orang dengan banyak pasangan seksual, dan orang yang melakukan seks tanpa kondom.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.