Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sederet Jenis Anjing Pelacak Detasemen K-9 Polri

Kompas.com - 18/02/2022, 10:03 WIB
Dandy Bayu Bramasta,
Sari Hardiyanto

Tim Redaksi

6. Doberman Pincher

Doberman Pincher merupakan salah satu anjing berasal dari Jerman yang menjadi satwa anjing penjaga unggulan.

Anjing Doberman Pincher digunakan oleh Polri untuk pelacak karena diklaim setia dan konsekuen terhadap tanggung jawabnya.

Bentuk badannya yang seimbang, cocok dijadikan anjing pekerja.

Sifatnya Doberman Pincher pemberani, penuh percaya diri, selalu siap siaga, serta daya penciuman dan pendengarannya sangat tajam sehingga cocok untuk satwa anjing penjaga.

Baca juga: Spesifikasi Tank Boat Antasena, Siap Menjaga Kedaulatan Perairan NKRI

7. Rotweiller Retriever

Rotweiller Retriever merupakan anjing bertampang seram dan tipe satwa anjing penjaga yang serba bisa.

Satwa anjing Rotweiller Retriever mempunyai kecerdasan di atas rata–rata satwa anjing lain, kuat, agresif, patuh, dan sangat pemberani dalam membela majikan.

Di Polri, pemanfaatan Rotweiller Retriever direkomendasikan untuk pelacak umum, SAR, dan dalmas.

Baca juga: Mengapa Kucing dan Anjing Bermusuhan?

8. Golden Retriever

Golden Retriever merupakan salah satu satwa anjing berasal dari Eropa yang sangat cerdas, periang, dan tidak mudah menyerah.

Daya penciumannya yang sangat tajam, bisa difungsikan sebagai satwa anjing pelacak dan sebagai penuntun orang buta.

Di Polri, pemanfaatan Golden Retriever direkomendasikan untuk pelacak handak dan narkoba.

Baca juga: Spesifikasi Rantis Komodo 4x4 Buatan Pindad, Dioperasikan PBB untuk Misi Penjaga Perdamaian

9. Beagle

Beagle adalah jenis satwa anjing yang telah ada di Inggris Raya sejak awal hingga pertengahan tahun 1500-an, dan digunakan untuk berburu kelinci dan marmut.

Anjing jenis Beagle mudah bergaul baik dengan manusia maupun dengan hewan apa pun.

Di Polri, pemanfaatannya direkomendasikan untuk pelacak narkoba dan SAR.

Baca juga: Napi Kendalikan Bisnis Narkoba, Mengapa Hal Ini Kerap Terjadi?

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Seorang Bocah Berusia 7 Tahun Meninggal Setelah Keracunan Mi Instan di India

Seorang Bocah Berusia 7 Tahun Meninggal Setelah Keracunan Mi Instan di India

Tren
Apa Itu KRIS? Pengganti Kelas BPJS Kesehatan per 30 Juni 2025

Apa Itu KRIS? Pengganti Kelas BPJS Kesehatan per 30 Juni 2025

Tren
Kata Media Asing soal Kecelakaan di Subang, Soroti Buruknya Standar Keselamatan di Indonesia

Kata Media Asing soal Kecelakaan di Subang, Soroti Buruknya Standar Keselamatan di Indonesia

Tren
Pendaftaran STIS 2024 Dibuka 15 Mei, Total 355 Kuota, Lulus Jadi CPNS

Pendaftaran STIS 2024 Dibuka 15 Mei, Total 355 Kuota, Lulus Jadi CPNS

Tren
Mencari Bus Pariwisata yang Layak

Mencari Bus Pariwisata yang Layak

Tren
DNA Langka Ditemukan di Papua Nugini, Disebut Bisa Kebal dari Penyakit

DNA Langka Ditemukan di Papua Nugini, Disebut Bisa Kebal dari Penyakit

Tren
Duduk Perkara Komika Gerallio Dilaporkan Polisi atas Konten yang Diduga Lecehkan Bahasa Isyarat

Duduk Perkara Komika Gerallio Dilaporkan Polisi atas Konten yang Diduga Lecehkan Bahasa Isyarat

Tren
Arab Saudi Bangun Kolam Renang Terpanjang di Dunia, Digantung 36 Meter di Atas Laut

Arab Saudi Bangun Kolam Renang Terpanjang di Dunia, Digantung 36 Meter di Atas Laut

Tren
Penjelasan Pertamina soal Pegawai SPBU Diduga Intip Toilet Wanita

Penjelasan Pertamina soal Pegawai SPBU Diduga Intip Toilet Wanita

Tren
Kelas BPJS Kesehatan Dihapus Diganti KRIS Maksimal 30 Juni 2025, Berapa Iurannya?

Kelas BPJS Kesehatan Dihapus Diganti KRIS Maksimal 30 Juni 2025, Berapa Iurannya?

Tren
Penjelasan Polisi dan Dinas Perhubungan soal Parkir Liar di Masjid Istiqlal Bertarif Rp 150.000

Penjelasan Polisi dan Dinas Perhubungan soal Parkir Liar di Masjid Istiqlal Bertarif Rp 150.000

Tren
Apa yang Terjadi jika BPJS Kesehatan Tidak Aktif Saat Membuat SKCK?

Apa yang Terjadi jika BPJS Kesehatan Tidak Aktif Saat Membuat SKCK?

Tren
Uji Coba Implan Otak Neuralink Pertama untuk Manusia Alami Masalah, Ini Penyebabnya

Uji Coba Implan Otak Neuralink Pertama untuk Manusia Alami Masalah, Ini Penyebabnya

Tren
BPOM Rilis 76 Obat Tradisional Tidak Memenuhi Syarat dan BKO, Ini Daftarnya

BPOM Rilis 76 Obat Tradisional Tidak Memenuhi Syarat dan BKO, Ini Daftarnya

Tren
Update Banjir Sumbar: Korban Meninggal 41 Orang, Akses Jalan Terputus

Update Banjir Sumbar: Korban Meninggal 41 Orang, Akses Jalan Terputus

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com