Penjelasan Kemenkes soal Ada Tidaknya Sertifikat bagi Peserta Vaksin Booster

Kompas.com - 14/01/2022, 07:30 WIB

KOMPAS.com - Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi menegaskan bahwa penerima vaksin booster akan diberi sertifikat vaksin.

"Ada sertifikatnya (sertifikat vaksin Covid-19)," ujarnya kepada Kompas.com, Jumat (13/1/2022) sore.

Sertifikat vaksin diketahui merupakan tanda bukti seseorang telah divaksin Covid-19.

Baca juga: Kemenkes Terbitkan Surat Edaran soal Vaksinasi Booster, Ini Isi Lengkapnya!

Sertifikat tersebut juga merupakan dokumen penting sebagai syarat perjalanan.

Nadia menambahkan, pengecekan sertifikat tersebut juga dapat dilakukan di aplikasi PeduliLindungi.

"Di PL (PeduliLindungi) seperti biasa, masukkan NIK (Nomor Induk Kependudukan)," katanya lagi.

Baca juga: Apakah Vaksinasi Booster Dapat Sertifikat Vaksin? Ini Kata Kemenkes

Sertifikat vaksin jangan dibagikan ke medsos

Sebagai peringatan, sertifikat vaksinasi Covid-19 tidak boleh dibagikan ke media sosial.

Pasalnya, di dalam sertifikat tersebut terdapat data pribadi sensitif, seperti nomor KTP.

Sertifikat vaksinasi yang telah disimpan dapat dipergunakan sebagai syarat perjalanan dan hanya boleh diperlihatkan kepada petugas yang berwenang.

Sertifikat tersebut juga tidak harus dicetak untuk bisa digunakan sebagai syarat dokumen perjalanan. Sebab, sertifikat versi digital sudah cukup sebagai pelengkap untuk ditunjukkan kepada petugas di lapangan.

Baca juga: Sekolah Tatap Muka, Ini Ketentuan Lengkap PTM Terbatas Januari 2022

Cara cek dan unduh sertifikat vaksin

Ada beberapa langkah untuk menyimpan sertifikat vaksinasi Covid-19:

  • Melalui laman PeduliLindungi

  1. Buka website https://www.pedulilindungi.id/
  2. Klik tombol "Login/Register" yang terdapat di pojok kanan atas website
  3. Buat akun dengan mengisi nama lengkap, nomor ponsel, dan nomor KTP (NIK)
  4. Apabila sudah memiliki akun, login dengan nomor ponsel yang telah didaftarkan
  5. Masukkan kode OTP untuk verifikasi. Kode OTP dikirim lewat SMS ke nomor ponsel yang didaftarkan
  6. Setelah login, klik menu profil yang berada di pojok kanan atas
  7. Lalu klik "Sertifikat Vaksin"
  8. Akan muncul sertifikat vaksinasi yang dimiliki, baik itu vaksinasi pertama, kedua, maupun ketiga
  9. Klik pada salah satu sertifikat vaksinasi
  10. Klik "Unduh Sertifikat" untuk menyimpan sertifikat.

Baca juga: Program Vaksinasi Dosis Ketiga Dimulai 12 Januari, Vaksin Booster Wajib atau Tidak?

  •  Melalui aplikasi PeduliLindungi

Selain melalui laman PeduliLindungi, pengecekan, dan mengunduh sertifikat vaksin Covid-19 juga dapat dilakukan melalui aplikasi PeduliLindungi.

Berikut langkahnya:

  1. Unduh dan instal aplikasi PeduliLindungi lewat Play Store atau App Store
  2. Buka aplikasi dan berikan izin akses lokasi, penyimpanan, dan kamera
  3. Buat akun dengan mengisi nama lengkap, nomor ponsel, dan nomor KTP (NIK)
  4. Apabila sudah memiliki akun, login dengan nomor ponsel yang telah didaftarkan
  5. Masukkan kode OTP untuk verifikasi. Kode OTP dikirim lewat SMS ke nomor ponsel yang didaftarkan
  6. Setelah berhasil login, klik menu profil yang ada di pojok kanan atas
  7. Kemudian, klik menu "Sertifikat Vaksin"
  8. Akan muncul sertifikat vaksinasi yang dimiliki, baik itu vaksinasi pertama maupun vaksinasi kedua
  9. Klik pada salah satu sertifikat vaksinasi
  10. Klik "Unduh Sertifikat" untuk menyimpan sertifikat.

Baca juga: Daftar Peningkatan Antibodi Kombinasi Vaksin Booster, Vaksin Apa yang Tertinggi?

  • Melalui WhatsApp

  1. Kirim pesan "Hai" ke nomor layanan chatbot WhatsApp Kemenkes 0811-1050-0567
  2. Klik "Menu Utama"
  3. Klik "Sertifikat Vaksin" dan kirim
  4. Tunggu sampai mendapat balasan dari Kemenkes
  5. Masukkan nomor telepon yang terdaftar di aplikasi PeduliLindungi
  6. Masukkan kode OTP yang telah dikirim ke nomor telepon
  7. Akan muncul menu "Download Sertifikat", "Status Vaksinasi", dan "Ubah Info Diri"
  8. Pilih "Download Sertifikat"
  9. Masukkan nama
  10. Masukkan NIK
  11. Unduh sertifikat vaksin Covid-19.

Baca juga: Mekanisme Lengkap Vaksin Booster Gratis yang Dimulai Hari Ini, Syarat hingga Jadwalnya!

KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo Infografik: 13 Kondisi Anak yang Tidak Boleh Divaksin Covid-19

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.