Kompas.com - 26/12/2021, 10:00 WIB
Penulis Tim Cek Fakta
|
EditorTim Cek Fakta
hoaks

hoaks!

Berdasarkan verifikasi Kompas.com sejauh ini, informasi ini tidak benar.

KOMPAS.com - Beredar klaim bahwa burger McDonald's berbahaya atau sangat beracun karena mengandung ammonia hydroxide adalah tidak benar atau hoaks.

Kasus gugatan chef Jamie Oliver di luar negeri digunakan untuk memperkuat klaim tersebut.

McDonald’s Indonesia telah menegaskan bahwa klaim itu tidak benar atau hoaks.

Narasi yang beredar

Akun Facebook yang mengunggah tentang klaim bahwa burger yang dibuat McDonald's berbahaya atau sangat beracun adalah akun ini.

Dia menceritakan McDonald's yang kalah dalam pertarungan hukum dengan chef Jamie Oliver.

Menurut Oliver, bagian daging yang berlemak dicuci dengan hidrogen amoniak dan kemudian digunakan dalam kemasan "kue" daging untuk mengisi burger.

Sebelum proses ini, menurut dia, daging ini sudah tidak layak untuk dikonsumsi manusia.

Berikut ini narasi lengkapnya:

"McDonald's kalah dalam pertarungan hukum dengan chef Jamie Oliver, yang membuktikan bahwa makanan yang mereka jual tidak layak untuk ditelan karena sangat beracun.
Chef Jamie Oliver telah memenangkan pertempuran melawan rantai makanan cepat saji terbesar di dunia. Oliver membuktikan bagaimana burger dibuat.
Menurut Oliver, bagian daging yang berlemak "dicuci" dengan hidrogen amoniak dan kemudian digunakan dalam kemasan "kue" daging untuk mengisi burger. Sebelum proses ini, menurut penyaji, daging ini sudah tidak layak untuk dikonsumsi manusia.
Oliver, seorang koki aktivis radikal, yang telah mengobarkan perang melawan industri makanan, mengatakan: Kita berbicara tentang daging yang akan dijual sebagai makanan anjing dan setelah proses ini disajikan kepada manusia. Selain kualitas daging, asam amonium berbahaya bagi kesehatan. Oliver mengatakan ini: "Proses omong kosong merah muda".
Manusia waras mana yang akan memasukkan sepotong daging yang direndam dalam amonium hidrogen ke dalam mulut seorang anak?
Dalam inisiatif lain Oliver telah menunjukkan bagaimana chicken nugget dibuat: setelah memilih "bagian terbaik", sisanya: lemak, kulit, tulang rawan, visual, tulang, kepala, kaki, menjadi sasaran mec split smoothie canica - itu eufemisme yang digunakan para insinyur dalam makanan, dan kemudian pasta merah muda darah itu adalah deodoran, dikelantang, disegarkan kembali dan dicat ulang, dicelupkan ke dalam tepung dan melcocha goreng, ini dibiarkan dalam minyak yang biasanya terhidrogenasi sebagian, yaitu racun.
Industri makanan menggunakan hidrogen amonium sebagai agen anti-mikroba, yang memungkinkan McDonald's menggunakan daging dalam burgernya, yang tidak cocok untuk konsumsi manusia.
Tetapi yang lebih mengganggu adalah situasi bahwa zat-zat berdasarkan amonium hidrogen ini dianggap sebagai 'komponen yang sah dalam proses produksi' dalam industri makanan dengan restu dari otoritas kesehatan di seluruh dunia. Jadi konsumen tidak akan pernah bisa menemu."

Unggahan tersebut dibuat pada 17 Desember 2021 dan telah disukai 8 kali.

Klaim unggahan itu adalah burger McDonald's berbahaya atau sangat beracun karena mengandung hidrogen amoniak.

Berikut ini tangkapan layar dari unggahan tersebut:

Tangkapan layar unggahan Facebook hoaks tentang burger mengandung bahan berbahayaFacebook Tangkapan layar unggahan Facebook hoaks tentang burger mengandung bahan berbahaya

Adapun arsip dari unggahan tersebut bisa diakses di sini.

Penelusuran Kompas.com

McDonald’s Indonesia telah mengklarifikasi klaim terkait berita kampanye James Oliver pada 2012.

McDonald’s Indonesia mengungkapkan bahwa klaim itu tidak benar atau hoaks. Pihak McDonald’s Indonesia tidak menggunakan bahan ammonia hydroxide.

"Berita ini tidak benar. Di Indonesia, McDonald’s tidak pernah menggunakan bahan ammonia hydroxide (kadang-kadang disebut juga Special Lean Beef Trimmings, SLBT, atau 'pink slime'). McDonald’s Indonesia hanya menggunakan 100 persen daging sapi tanpa ada bahan tambahan,” tulis McDonald’s Indonesia di laman resminya, 17 Desember 2021.

Tangkapan layar laman McD tentang klarifikasi burger mengandung bahan berbahayaMcD Tangkapan layar laman McD tentang klarifikasi burger mengandung bahan berbahaya

Sementara itu McDonald’s Corporation juga merilis pernyataan terkait kasus ini.

At McDonald’s, food safety has been and will continue to be a top priority. McDonald’s USA has always used 100% USDA-inspected beef. Currently, McDonald’s USA does not use ammonia-treated beef in our hamburgers. The decision to discontinue its use was not related to any particular event, but rather a result of our efforts to align our standards for beef around the world.

McDonald’s complies with government requirements and food safety regulations. We also have our own food safety measures and standards in place throughout our supply chain to help ensure that we serve safe, high quality food to our customers,” tulis McDonald’s Corporation.

Kesimpulan

Klaim bahwa burger McDonald's berbahaya atau sangat beracun karena mengandung hidrogen amoniak adalah tidak benar atau hoaks.

McDonald’s Indonesia telah menegaskan bahwa klaim itu tidak benar atau hoaks.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.