Kompas.com - 03/12/2021, 19:02 WIB
Ilustrasi varian Omicron. Peneliti memegang sampel darah varian baru Covid-19 Omicron (B.1.1.529). Munculnya varian Omicron membuat pemerintah Indonesia membuat kebijakan pelaku perjalanan internasional harus karantina 7-14 hari. SHUTTERSTOCK/angellodecoIlustrasi varian Omicron. Peneliti memegang sampel darah varian baru Covid-19 Omicron (B.1.1.529). Munculnya varian Omicron membuat pemerintah Indonesia membuat kebijakan pelaku perjalanan internasional harus karantina 7-14 hari.

KOMPAS.com - Satu per satu negara melaporkan adanya kasus Covid-19 dengan varian Omicron yang menjadi perhatian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Varian baru, Omicron, telah masuk daftar variant of concern WHO.

Di Asia, hingga Jumat (3/12/2021), ada 6 negara yang telah mendeteksi atau melaporkan kasus Covid-19 varian Omicron.

Negara-negara itu termasuk tetangga Indonesia, yakni Malaysia dan Singapura.  

Malaysia

Dalam arsip foto 1 Juni 2021 ini, pengendara yang mengenakan masker menunggu di depan Menara Kembar saat hari pertama Full Movement Control Order (MCO) di Kuala Lumpur, Malaysia.AP PHOTO/VINCENT THIAN Dalam arsip foto 1 Juni 2021 ini, pengendara yang mengenakan masker menunggu di depan Menara Kembar saat hari pertama Full Movement Control Order (MCO) di Kuala Lumpur, Malaysia.
Terbaru, pada Jumat (3/12/2021), Malaysia melaporkan adanya kasus Covid-19 varian Omicron.

Diberitakan Straits Times, Menteri Kesehatan Malaysia Khairy Jamaluddin menjelaskan, varian Omicron terdeteksi pada seorang mahasiswa asing dari Afrika Selatan yang tiba di Malaysia melalui Singapura pada 19 November 2021.

Siswa tersebut saat ini dikarantina bersama dengan lima orang lainnya yang berada di bus yang sama dari Kuala Lumpur ke Ipoh, Perak.

Khairy mengatakan, siswa tersebut memasuki Malaysia sebelum Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan Omicron sebagai varian yang mengkhawatirkan.

Untuk sementara, Malaysia melarang masuknya pelancong dari negara-negara yang telah melaporkan varian Omicron Covid-19 atau dianggap berisiko tinggi.

Larangan perjalanan berlaku untuk delapan negara Afrika, termasuk Afrika Selatan, Zimbabwe, Mozambik dan Malawi, dan dapat diperluas ke negara-negara lain di mana varian telah terdeteksi, seperti Inggris dan Belanda.

Baca juga: 5 Perkembangan Terkini soal Varian Omicron

Singapura

Pengumuman dilarang berbicara di MRT Singapura untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 tertempel di jendela dekat kursi penumpang yang sedang duduk ketika MRT melintas di Central Business District (CBD) Raffles Place, Rabu siang (17/11/2021)KOMPAS.com/ERICSSEN Pengumuman dilarang berbicara di MRT Singapura untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 tertempel di jendela dekat kursi penumpang yang sedang duduk ketika MRT melintas di Central Business District (CBD) Raffles Place, Rabu siang (17/11/2021)
Diberitakan Reuters, Kamis (2/12/2021), Singapura melaporkan 2 kasus varian Omicron pada hari Kamis (2/12/2021).

Kementerian Kesehatan (MOH), seperti dilansir dariStraits Times, Jumat (3/12/2021), dua kasus itu ditemukan pada orang yang baru tiba dari Johannesburg dengan penerbangan Singapore Airlines SQ479, Rabu (1/12/2021).

Mereka langsung diisolasi setibanya di Singapura dan menjalani pemulihandi bangsal isolasi National Centre for Infectious Diseases. Keduanya merasakan gejala batuk dan tenggorokan gatal. 

India

BBC, Jumat (3/12/2021), memberitakan, dua pria di negara bagian Karnataka, India selatan, telah dites positif untuk varian virus corona Omicron.

Salah satunya telah melakukan perjalanan dari Afrika Selatan dan telah meninggalkan negara itu.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.