Kompas.com - 02/12/2021, 09:57 WIB
Ilustrasi varian Omicron (B.1.1.529). Dokter di Afrika Selatan yang pertama kali menyadari ada varian baru Covid-19 mengatakan, gejala varian Omicron sangat ringan seperti infeksi virus umumnya. Nama untuk varian Omicron, diambil WHO dari huruf ke-15 dalam alfabet Yunani. SHUTTERSTOCK/natatravelIlustrasi varian Omicron (B.1.1.529). Dokter di Afrika Selatan yang pertama kali menyadari ada varian baru Covid-19 mengatakan, gejala varian Omicron sangat ringan seperti infeksi virus umumnya. Nama untuk varian Omicron, diambil WHO dari huruf ke-15 dalam alfabet Yunani.

KOMPAS.com - Mutasi virus corona B.1.1.529 atau Omicron menyedot perhatian dunia dan menimbulkan kekhawatiran baru.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memberikan Omicron label variant of concern atau varian yang mendapatkan perhatian.

Varian Omicron memiliki lebih banyak mutasi dibandingkan varian lainnya.

Baca juga: Daftar 20 Negara yang Sudah Mendeteksi Kasus Omicron

Ini perkembangan terkini soal Omicron:

1. Mutasi virus

Varian yang diturunkan dari garis keturunan B.1.1 ini mempunyai 32 mutasi pada protein lonjakan, bagian dari virus yang digunakan pada sebagian besar vaksin untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh melawan corona.

Protein lonjakan yang melapisi bagian luar virus memungkinkannya menempel dan masuk ke sel tubuh manusia.

Vaksin melatih tubuh mengenali lonjakan ini dan menetralkannya sehingga dapat mencegah infeksi sel.

Mutasi pada protein lonjakan bisa memengaruhi kemampuan virus untuk menginfeksi sel dan menyebar, tetapi juga mempersulit sel kekebalan menyerang patogen.

Hal ini dapat menimbulkan masalah respons imun yang diinduksi vaksin. Mutasi bisa menyebabkan protein lonjakan kurang dikenali oleh antibodi tubuh, membuatnya tidak akan selektif menetralkan virus, dapat melewati pertahanan kekebalan dan akhirnya menyebabkan infeksi.

2. Berpotensi lonjakan kasus

Menurut Direktur CERI Prof Tulio de Oliveria PhD, genom dari varian baru Omicron mengandung konstelasi mutasi yang sangat tidak biasa.

Mutasi-mutasi ini dikhawatirkan akan membantu virus untuk menghindari sistem kekebalan atau meningkatkan penularannya.

WHO menyebutkan, varian Omicron membawa risiko lonjakan kasus infeksi yang sangat tinggi. Setiap lonjakan kasus infeksi bisa mempunyai konsekuensi yang parah.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.