Kebakaran Tangki di Kilang Pertamina Cilacap Diduga karena Petir, Ini Analisis Cuaca BMKG Saat Kejadian

Kompas.com - 16/11/2021, 20:53 WIB
Kobaran api terlihat di Kilang Pertamina Internasional (KPI) RU IV Cilacap, Jawa Tengah, Minggu (14/11/2021) dini hari. Tangki 36 T 102 terbakar pada Sabtu (13/11/2021) pukul 19.10 WIB itu berisi komponen pertalite. ANTARA FOTO/Idhad Zakaria/foc. ANTARA FOTO/IDHAD ZAKARIAKobaran api terlihat di Kilang Pertamina Internasional (KPI) RU IV Cilacap, Jawa Tengah, Minggu (14/11/2021) dini hari. Tangki 36 T 102 terbakar pada Sabtu (13/11/2021) pukul 19.10 WIB itu berisi komponen pertalite. ANTARA FOTO/Idhad Zakaria/foc.

KOMPAS.com - Penyebab kebakaran tangki di kilang minyak Pertamina Cilacap diduga karena sambaran petir.

Dugaan ini muncul berdasarkan keterangan sejumlah saksi dan petunjuk dari CCTV di sekitar lokasi kebakaran.

"Sementara ini, penyidik Polda Jawa Tengah menduga bahwa penyebab kebakaran sesuai keterangan saksi dan dari petunjuk CCTV adalah induksi akibat sambaran petir," kata Kepala Bagian Penerangan Umum dan Divisi Humas Polri Kombes (Pol) Ahmad Ramadhan dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Senin (15/11/2021).

Menurut Ramadhan, dari dua CCTV yang ada di sekitar lokasi, pada pukul 19.10 WIB terlihat kilatan cahaya atau petir.

Baca juga: Kronologi Kebakaran Tangki di Kilang Pertamina Cilacap

Bagaimana cuaca di lokasi kilang minyak Pertamina Cilacap saat kejadian?

Analisis cuaca BMKG

Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat, pada periode pukul 17.00 WIB hingga 21.00 WIB terdapat pertumbuhan awan konvektif di wilayah Kabupaten Cilacap dengan suhu puncak awan mencapai kisaran -62.5 hingga -75.1 derajat celcius.

Hal ini mengindikasikan adanya pertumbuhan awan konvektif dengan jenis Cumulonimbus (Cb) yang memiliki karakteristik meyebabkan terjadinya potensi hujan intensitas ringan hingga lebat yang dapat disertai potensi kilat atau petir dan angin kencang.

"Berdasarkan alat pengukuran curah hujan di Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, dapat diidentifikasi bahwa telah terjadi hujan dengan intensitas mencapai 47 mm selama periode pukul 16.00 hingga 19.00 WIB," kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa (16/11/2021).

BMKG juga mendeteksi adanya dua sambaran petir yaitu pada pukul 18.47.27 WIB dan 19.23.32 WIB.

Peristiwa sambaran petir terdekat dengan kilang minyak RU IV Cilacap adalah pukul 18. 47.27 WIB dengan jarak sekitar 12 kilometer sebelah timur laut.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.