Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Benarkah Erupsi Gunung Pengaruhi Hujan, Cuaca, dan Petir? Ini Penjelasan BMKG

Kompas.com - 21/04/2024, 12:30 WIB
Erwina Rachmi Puspapertiwi,
Ahmad Naufal Dzulfaroh

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Sejumlah warganet mempertanyakan korelasi antara erupsi yang terjadi di beberapa gunung Indonesia dengan cuaca panas, hujan, dan petir.

Hal tersebut salah satunya dituliskan oleh pengguna akun media sosial X @deviaprianti23 pada Sabtu (20/4/2024).

"Apakah panas beberapa hari terakhir efek dari erupsi Gunung Ruang?" tanyanya.

Beberapa warganet lain bahkan menyebutkan bahwa erupsi gunung dapat mengakibatkan hujan petir.

Lalu, benarkah erupsi gunung mengakibatkan panas, hujan, dan petir?

Baca juga: Gunung Ruang Semburkan Gas SO2, Apa Dampaknya bagi Manusia, Tanaman, dan Hewan?


Erupsi penyebab cuaca panas

Deputi Bidang Meteorologi, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Guswanto membenarkan adanya cuaca panas yang terjadi saat suatu gunung mengalami erupsi.

Kondisi ini seperti yang juga terjadi di Gunung Ruang, Kabupaten Sitaro, Sulawesi Utara yang erupsi sejak pada Rabu (17/4/2024) pukul 20.15 Wita.

"Cuaca panas itu biasanya dampak pada saat letusan menyemburkan abu dan lava yang keluar dari kawah," ungkapnya saat dihubungi Kompas.com, Minggu (21/4/2024).

Semburan abu dan lava yang keluar dari kawah gunung akan menimbulkan cuaca panas dan dapat dirasakan manusia.

Namun, tambahnya, cuaca panas yang timbul dari erupsi gunung ini hanya bersifat lokal saja, di sekitar gunung.

"Biasanya abu letusan cepat mendingin begitu keluar dari kawah," lanjut dia.

Baca juga: PVMBG: Waspadai Potensi Tsunami dari Erupsi Gunung Ruang

Hujan turun usai erupsi

Selain itu Guswanto menyatakan, erupsi gunung juga bisa menambah curah hujan, seperti wilayah di sekitar Gunung Ruang.

Pasalnya, kondisi atmosfer pada saat letusan gunung cukup mendukung terjadinya pembentukan awan dan hujan.

Penambahan injeksi aerosol sebagai inti kondensasi awan dalam jumlah yang cukup juga mempercepat terjadinya hujan.

“Emisi abu vulkanik dengan tinggi kolom tersebut diperkirakan akan berdampak signifikan di wilayah udara terdampak, sehingga penting untuk meningkatkan kesadaran situasional akan letusan gunung berapi dan penyebabnya,” tambahnya.

Halaman:

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com