UPDATE Corona 19 Agustus: Lagi, Kematian Harian Indonesia Tertinggi di Dunia | WHO Tegaskan Vaksin Booster Belum Diperlukan

Kompas.com - 19/08/2021, 08:31 WIB
Tangkapan layar laman Worldometers yang menyajikan data negara dengan penambahan kematian harian tertinggi di dunia. worldometersTangkapan layar laman Worldometers yang menyajikan data negara dengan penambahan kematian harian tertinggi di dunia.

KOMPAS.com - Kasus Covid-19 di dunia masih terus bertambah setiap hari. Upaya penanganan pandemi masih dilakukan berbagai negara.

Dilansir dari laman Worldometers, hingga Rabu (18/8/2021) pagi, total kasus Covid-19 di dunia terkonfirmasi berjumlah 210.042.613 (210 juta) kasus.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 188.174.698 (188 juta) pasien telah sembuh dan 4.403.913 orang meninggal dunia.

Kasus aktif hingga saat ini tercatat 17.308.097 dengan rincian 17.200.271 pasien dengan kondisi ringan dan 107.826 dalam kondisi serius.

Berikut 5 negara dengan jumlah kasus Covid-19 terbanyak:

  1. Amerika Serikat: 38.065.096 kasus, 641.302 orang meninggal, total sembuh 30.340.183
  2. India: 32.320.898 kasus, 433.063 orang meninggal, total sembuh 31.516.224
  3. Brasil: 20.457.897 kasus, 571.662 orang meninggal, total sembuh 19.362.990
  4. Rusia: 6.663.473 kasus, 172.909 orang meninggal, total sembuh 5.939.037
  5. Perancis: 6.533.383 kasus, 112.976 orang meninggal, total sembuh 5.966.375

Catatan: data yang ditampilkan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung dari perkembangan wilayah tersebut.

Baca juga: Syarat Vaksinasi Covid-19 bagi Ibu Hamil dan Jenis Vaksin yang Diperbolehkan

Indonesia

Warga menyelesaikan mural bertema Berjuang Lawan Corona saat kerja bakti bersih lingkungan di Kampung Sewu Solo, Jawa Tengah, Minggu (8/8/2021). Selain menyambut HUT Kemerdekaan ke-76 Republik Indonesia, mural tersebut dibuat warga setempat untuk  memperindah kampung dan ajakan mematuhi protokol kesehatan agar merdeka dari pandemi Covid-19.ANTARA FOTO/Maulana Surya Warga menyelesaikan mural bertema Berjuang Lawan Corona saat kerja bakti bersih lingkungan di Kampung Sewu Solo, Jawa Tengah, Minggu (8/8/2021). Selain menyambut HUT Kemerdekaan ke-76 Republik Indonesia, mural tersebut dibuat warga setempat untuk memperindah kampung dan ajakan mematuhi protokol kesehatan agar merdeka dari pandemi Covid-19.
Kasus virus corona di Indonesia juga mengalami peningkatan, baik dari jumlah kasus, sembuh, maupun yang meninggal dunia.

Hingga Rabu (18/8/2021) pukul 12.00 WIB, kasus positif Covid-19 bertambah 15.768 dari 78.626 orang yang diperiksa dalam 24 jam terakhir.

Sehingga jumlah kasus positif Covid-19 sampai saat ini menjadi 3.908.247 orang.

Sedangkan untuk kasus sembuh, Pemerintah Indonesia melaporkan adanya penambahan sebanyak 29.794 orang.

Penambahan itu sekaligus menjadikan total pasien yang telah sembuh menjadi 3.443.903 orang.

Pasien yang meninggal dunia karena infeksi Covid-19 juga bertambah sebanyak 1.128 orang, sehingga totalnya kini menjadi 121.141.

Angka kematian harian 1.128 tersebut menjadikan Indonesia sebagai negara dengan angka penambahan kematian harian tertinggi di dunia di bawah AS dengan 1.015 kematian.

Baca juga: Pesan Satgas Covid-19 soal Tarif Baru Tes PCR Rp 495.000-Rp 525.000

Malaysia

Dalam arsip foto 1 Juni 2021 ini, pengendara yang mengenakan masker menunggu di depan Menara Kembar saat hari pertama Full Movement Control Order (MCO) di Kuala Lumpur, Malaysia.AP PHOTO/VINCENT THIAN Dalam arsip foto 1 Juni 2021 ini, pengendara yang mengenakan masker menunggu di depan Menara Kembar saat hari pertama Full Movement Control Order (MCO) di Kuala Lumpur, Malaysia.
Malaysia mencatatkan kasus harian Covid-19 tertinggi selama pandemi, yakni 22.242 infeksi pada Rabu (18/8/2021). Sehingga, total kasus menjadi 1.466.512.

Dilansir dari CNA, Rabu (18/8/2021), ada 6.858 kasus di wilayah Selangor, 1.587 di Kuala Lumpur, kemudian wilayah Lembah Klang menyumbang 8.445 kasus.

Sementara, tujuh wilayah lain masing-masing mencatat lebih dari 1.000 kasus, di antaranya Sabah 2.413, Johor 1.477, Sarawak 1.403, Kedah 1.852, Pulau Pinang 1.867, Kelantan 1.351, dan Perak 1.036.

Direktur Jenderal Kesehatan Noor Hisham Abdullah mengatakan, terdapat pula penambahan 225 kematian yang dilaporkan, sehingga kini jumlahnya menjadi 13.302.

Hisham menyebutkan, ada 1.060 pasien Covid-19 yang saat ini mendapatkan perawatan di unit perawatan intensif, 540 di antaranya membutuhkan ventilator.

Baca juga: Waspadai, 21 Gejala Covid-19 pada Orang yang Sudah Dua Kali Divaksin

Inggris

London Bridge Tower pada saat posisi terangkat untuk memudahkan lalu lintas air berupa perlintasan kapal-kapal berukuran besar dan tinggi. Getty Images London Bridge Tower pada saat posisi terangkat untuk memudahkan lalu lintas air berupa perlintasan kapal-kapal berukuran besar dan tinggi.
Pemerintah Inggris melaporkan 33.904 kasus baru Covid-19 pada Rabu (18/8/2021), yang berarti kasus antara 12-18 Agustus naik 7,6 persen dibandingkan dengan tujuh hari sebelumnya.

Diberitakan Reuters, Rabu (18/8/2021), penambahan kasus harian pada Rabu menjadi yang tertinggi sejak 23 Juli 2021.

Namun, keberhasilan kampanye vaksinasi virus corona di Inggris telah mengurangi jumlah kematian secara tajam dari awal tahun ini.

Data pada Rabu juga menunjukkan, 111 orang dilaporkan meninggal dalam 28 hari setelah tes positif Covid-19.

Pada pertengahan Januari, ketika kasus harian juga mencapai 30.000 dalam sehari, kematian dalam 28 hari setelah tes positif Covid-19 rata-rata lebih dari 1.000 seharinya.

Baca juga: Terbaru, Daftar 131 Daerah Berstatus Zona Merah Covid-19 di Indonesia

WHO

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan, data saat ini tidak menunjukkan bahwa suntikan "booster" Covid-19 diperlukan.

Menurut WHO, yang terpenting untuk saat ini adalah orang-orang yang paling rentan harus divaksinasi sepenuhnya.

Pernyataan itu muncul tepat sebelum Pemerintah AS berencana melakukan suntikan "booster" kepada semua warga AS mulai 20 September ketika infeksi dari varian Delta dari virus corona meningkat.

"Kami yakin dengan jelas bahwa data hari ini tidak menunjukkan bahwa (vaksinasi) booster diperlukan," kata Kepala ilmuwan WHO Soumya Swaminathan, dikutip dari Reuters, Kamis (19/8/2021).

Soumya menegaskan, pemberian suntikan "booster" diperlukan penelitian lebih lanjut.

Baca juga: Cara Meningkatkan Daya Tahan Tubuh Menurut WHO

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.