Kompas.com - 09/05/2021, 08:30 WIB
Andro, anjing pelacak anggota unit K-9 Bea Cukai Batam. Dok. Bea CukaiAndro, anjing pelacak anggota unit K-9 Bea Cukai Batam.

KOMPAS.com - Andro, anjing pelacak anggota unit K-9 Bea Cukai Batam, berhasil mengendus narkoba yang diselundupkan melalui kapal KM Tohor Jaya, di perairan Pulau Burung, Riau.

Mengutip laman resmi Bea Cukai, Kamis (6/5/2021), Andro berhasil mendeteksi 17 kg sabu dan 1.000 butir pil Happy Five yang disembunyikan dalam 2 buah tabung gas.

Temuan narkoba yang diperkirakan bernilai Rp 17 miliar itu berawal dari informasi yang dihimpun oleh Bea Cukai Kepulauan Riau, yang mencium adanya rencana pengiriman barang haram lewat jalur laut.

Berbekal informasi tersebut, Bea Cukai Kepri kemudian mengerahkan lima unit kapal patroli untuk melakukan pencegatan, dan turut didukung Bea Cukai Batam dengan menugaskan unit K-9 untuk melakukan pelacakan terhadap muatan kapal.

Kapal KM Tohor Jaya berhasil ditangkap oleh Bea Cukai Khusus Kepri pada 27 April 2021.

Baca juga: Millen Cyrus dan Bahaya Sabu bagi Fisik dan Mental Penggunanya...

Mengendus narkoba dalam tabung gas

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kepala Kantor Bea Cukai Batam Susila Brata, unit K-9 Bea Cukai Batam ditugaskan untuk melacak muatan kapal KM Tohor Jaya.

"Kami kemudian memerintahkan Anjing K-9 Andro beserta dog handler-nya, Andre Tampubolon, menyusuri barang-barang yang terdapat dikapal, termasuk barang-barang pribadi ABK kapal," kata dia.

Baca juga: Simak, Ini Bahaya Sabu yang Membuat Reza Artamevia Ditangkap


Susila mengatakan, saat melakukan pelacakan, Andro menunjukkan respons terhadap dua buah tabung gas ukuran 14 kg yang berada di kapal KM Tohor Jaya.

"Respons tersebut ditunjukkan dengan cara mencakar-cakar barang yang dicurigai," ujar Susila.

Ketika kedua tabung gas tersebut dibongkar, ditemukan sebanyak 17 bungkus teh yang isinya diganti dengan sabu dengan total seberat 17,783 kg dan 1000 butir happy five.

KM Tohor Jaya dan 5 orang ABK-nya beserta barang bukti kemudian diserahterimakan kepada BNN karena diduga telah melanggar UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan UU No. 17 Tahun 2006 tentang Kepabeanan.

Baca juga: Bandar Narkoba Ditembak Mati, Ini Bahaya Sabu Bagi Tubuh

Baca juga: Napi Kendalikan Bisnis Narkoba, Mengapa Hal Ini Kerap Terjadi?

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Melihat Efektifitas Vaksin Covid-19 di Sejumlah Negara

Melihat Efektifitas Vaksin Covid-19 di Sejumlah Negara

Tren
Cara Agar Chat Lama Tidak Hilang Saat Pindah WhatsApp ke Ponsel Baru

Cara Agar Chat Lama Tidak Hilang Saat Pindah WhatsApp ke Ponsel Baru

Tren
Jadwal, Lokasi, dan Syarat Pendaftaran Vaksinasi Covid-19 Gratis di Sejumlah Daerah: Dari Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, hingga Makassar

Jadwal, Lokasi, dan Syarat Pendaftaran Vaksinasi Covid-19 Gratis di Sejumlah Daerah: Dari Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, hingga Makassar

Tren
Saat Kasus Covid-19 Meningkat dan Kepedulian Masyarakat Menurun...

Saat Kasus Covid-19 Meningkat dan Kepedulian Masyarakat Menurun...

Tren
Strawberry Supermoon 24 Juni, Apakah Berwarna Merah seperti Strawberry?

Strawberry Supermoon 24 Juni, Apakah Berwarna Merah seperti Strawberry?

Tren
[HOAKS] Covid-19 Tidak Menyebar Lewat Droplet dan Masker Membuat Tes Positif

[HOAKS] Covid-19 Tidak Menyebar Lewat Droplet dan Masker Membuat Tes Positif

Tren
Mengenang 'Si Anak Pantai' Imanez dan Perjalanan Hidupnya...

Mengenang "Si Anak Pantai" Imanez dan Perjalanan Hidupnya...

Tren
Mengenang Jasa Slamet Mulyono Bapak Jamu Gendong

Mengenang Jasa Slamet Mulyono Bapak Jamu Gendong

Tren
Video Viral Mobil Keluarkan Asap Putih Pekat Disebut sebagai Diesel Runaway, Apa Itu?

Video Viral Mobil Keluarkan Asap Putih Pekat Disebut sebagai Diesel Runaway, Apa Itu?

Tren
Benarkah Baja Ringan Bisa Hantarkan Arus Listrik?

Benarkah Baja Ringan Bisa Hantarkan Arus Listrik?

Tren
Jelang Pendaftaran CPNS 2021, Formasi Nakes Ini Wajib Punya STR Aktif, Apa Saja?

Jelang Pendaftaran CPNS 2021, Formasi Nakes Ini Wajib Punya STR Aktif, Apa Saja?

Tren
Dua Juta Kasus Covid-19 dan Kontribusi Minimal yang Bisa Kita Lakukan

Dua Juta Kasus Covid-19 dan Kontribusi Minimal yang Bisa Kita Lakukan

Tren
Covid-19 Tembus 2 Juta, Ini Langkah Pemerintah dan Pentingnya Peran Masyarakat

Covid-19 Tembus 2 Juta, Ini Langkah Pemerintah dan Pentingnya Peran Masyarakat

Tren
Update Corona Global 22 Juni 2021: Kasus Covid-19 di Indonesia Tembus 2 Juta | Ancaman Duterte Penjarakan Warga Filipina yang Menolak Vaksinasi

Update Corona Global 22 Juni 2021: Kasus Covid-19 di Indonesia Tembus 2 Juta | Ancaman Duterte Penjarakan Warga Filipina yang Menolak Vaksinasi

Tren
Persiapan Seleksi CPNS 2021, Pelajari Materi SKD dan SKB Ini

Persiapan Seleksi CPNS 2021, Pelajari Materi SKD dan SKB Ini

Tren
komentar
Close Ads X