Survei Litbang Kompas: 24 Persen Pilih Jokowi, 16,4 Persen Prabowo

Kompas.com - 04/05/2021, 14:00 WIB
Suasana di dalam ''war room'' quick count Litbang Kompas, Palmerah, Jakarta, Rabu (27/6/2018). Ruangan ini terbagi dalam 3 kompartemen utama yang mewakili tiga wilayah yang dilakukan hitung cepat, yaitu kompartemen Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. KOMPAS.com/RODERICK ADRIAN MOZESSuasana di dalam ''war room'' quick count Litbang Kompas, Palmerah, Jakarta, Rabu (27/6/2018). Ruangan ini terbagi dalam 3 kompartemen utama yang mewakili tiga wilayah yang dilakukan hitung cepat, yaitu kompartemen Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

KOMPAS.com - Terbatasnya sosok publik yang muncul sebagai calon presiden dan kondisi pandemi Covid-19 membuat masyarakat sepertinya belum memikirkan Pemilu 2024. 

Hal itu bisa terlihat dari hasil survei Litbang Kompas yang dilakukan awal April 2021. 

Bahkan, dari survei yang dilakukan sejak 13-26 April 2021 terhadap 1.200 responden yang dipilih secara acak, 24 persen di antaranya masih menempatkan Joko Widodo sebagai pilihan capres mereka.

Persentase ini adalah yang tertinggi jika dibandingkan dengan sosok lain, seperti Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono, dan lain-lain.

Baca juga: Survei Litbang Kompas dan April yang Cerah untuk Presiden Jokowi

 

Jokowi masih teratas

Berikut ini adalah urutan tokoh pilihan masyarakat untuk menjadi Presiden berdasarkan survei Litbang Kompas April 2021:

1. Joko Widodo: 24 persen
2. Prabowo Subianto: 16,4 persen
3. Anies Baswedan: 10 persen
4. Ganjar Pranowo: 7,3 persen
5. Sandiaga Uno: 3,7 persen
6. Ridwan Kamil: 3,4 persen
7. Agus Harimurti Yudhoyono: 3,3 persen
8. Basuki T. Purnama : 3,1 persen
9. Tri Rismaharini: 2,4 persen
10. Gatot Nurmantyo: 2 persen
11. Mahfud MD: 0.9 persen
12. Lainnya: 2,1 persen
13. Tidak menjawab/rahasia: 21,4 persen

Baca juga: Survei Litbang Kompas: Masyarakat Belum Pikirkan Nama Capres

Melihat persentase tersebut, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui siapa sosok yang mereka inginkan untuk menjadi calon presiden di periode mendatang.

Angka responden yang tidak menjawab/merahasiakan jawaban bahkan masih lebih tinggi dibandingkan perolehan suara sebagian besar nama tokoh yang ada dalam daftar.

Sementara itu, untuk sosok Joko Widodo yang menempati urutan pertama poling, sudah dapat dipastikan tidak dapat kembali maju apalagi dipilih pada gelaran Pilpres mendatang.

Hal itu karena sesuai UUD 1945 menyatakan jabatan presiden maksimal dua periode.

Baca juga: Survei Litbang Kompas: Elektabilitas Prabowo Tertinggi, Disusul Anies, dan Ganjar

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X