Kompas.com - 20/03/2021, 06:30 WIB
Presiden Jokowi saat memberikan sambutan dies natalis UI ke-71 DOK.Universitas IndonesiaPresiden Jokowi saat memberikan sambutan dies natalis UI ke-71

KOMPAS.com - Isu perihal perpanjangan jabatan presiden 3 periode baru-baru ini kembali muncul ke permukaan.

Kabar itu datang dari pendiri Parti Ummat, Amin Rais yang menyebut adanya skenario mengubah ketentuan dalam UUD 1945 soal masa jabatan presiden dari 2 periode menjadi 3 periode.

Menurut Amien, rencana mengubah ketentuan tersebut akan dilakukan dengan menggelar Sidang Istimewa Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) guna mengubah atau mengamendemen UUD 1945. 

Baca juga: Amien Rais Dirikan Partai Ummat, Ancaman bagi PAN?

Wacana 3 periode jabatan Presiden Joko Widodo tersebut langsung ditanggapi oleh Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Bambang Soesatyo.

Menurutnya wacana mengubah jabatan presiden 3 periode tersebut sama sekali tidak beralasan.

"Jadi, bukan hanya tak beralasan, tetapi saya dapat memastikan skenario itu tak pernah terpikirkan atau mengemuka selama masa kerja MPR sekarang ini," kata Bambang mengutip Kompas.com, Jumat (19/3/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Presiden Jokowi pun juga meresposn wacana ini melalui unggahan pada akun Twitter-nya.

Baca juga: INFOGRAFIK: Perjalanan Jokowi-Maruf Amin Menuju Istana

Diketahui, praktik periode kepemimpinan presiden berpuluh-puluh tahun sebelumnya pernah diterapkan di beberapa negara, termasuk Indonesia.

Lantas, presiden negara mana saja yang memiliki masa jabatan terlama?

1. Kim Il Sung

Kim Il Sung lahir pada 15 April 1912, di Man'gyondae, dekat Pyongyang, Korea Utara. Ia menjabat sebagai Presiden Korea Utara pada 1972 sampai 1994.

Kim Il Sung merupakan pemimpin komunis Korea Utara sejak 1948 hingga kematiannya pada 1994.

Dilansir dari Britannica, ia menjadi penguasa absolut negaranya dan mulai mengubah Korea Utara dengan pendekatan militeristik.

Il Sung memperkenalkan filosofi juche atau "kemandirian", di mana Korea Utara mencoba mengembangkan ekonominya tanpa bantuan dari negara asing.

Perekonomian yang dikelola negara Korea Utara tumbuh pesat pada 1950-an dan 60-an tetapi akhirnya mandek, dengan kekurangan makanan terjadi pada awal 90-an.

Kim Il Sung meninggal pada 8 Juli 1994, Pyongyang, Korea Utara dan menjadi penanda akhir dari pemerintahannya.

Baca juga: Cegah Penyebaran Corona, Korea Utara Akan Tembak Warga China yang Melanggar Perbatasan

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.