Gunung Sinabung Meletus, Situasi Terkini dan Rekomendasi PVMBG

Kompas.com - 02/03/2021, 14:45 WIB
k160-19 02032021 Gunung Sinabung Kembali Luncurkan Awan Panas Beruntun Sejauh 5.000 Meter HENDRI SETIAWANk160-19 02032021 Gunung Sinabung Kembali Luncurkan Awan Panas Beruntun Sejauh 5.000 Meter

Waspada potensi bahaya

Aktivitas dari Gunung Sinabung sendiri sudah menurun hingga saat ini, akan tetapi terdapat sejumlah potensi bahaya yang harus tetap diwaspadai.

Seperti kemungkinkan kembali terjadi erupsi eksplosif, guguran awan panas, batuan, maupun lava pijar.

Nia menjelaskan, ancaman bahaya sebaran material awan panas guguran, dan guguran batuan meliputi sektor selatan, timur hingga tenggara dalam radius 4 - 5 km.

Sedangkan sebaran material erupsi berukuran abu bisa tersebar lebih jauh, tergantung arah dan kecepatan angin.

Sementara untuk lahar, diperkirakan akan mengalir di lembah-lembah sungai yang berhulu di Gunung Sinabung, terutama jika terjadi curah hujan yang tinggi.

Baca juga: Aktivitas Gunung Api Indonesia, Sinabung, Semeru, hingga Gunung Merapi

Rekomendasi

Saat ini, Gunung Sinabung masih berada di Level III atau Siaga sejak 20 Mei 2019.

Melihat kondisi Gunung Sinabung saat ini, PVMBG merekomendaskkan sejumlah hal, yakni:

  1. Masyarakat maupun wisatawan dilarang beraktivitas di desa-desa dalam radius 3 km dari puncak, 4 km di sektor timur-utara, 5 km untuk sektor selatan-timur.

  2. Apabila terjadi hujan abu,masyarakat diimbau menggunakan masker saat keluar rumah untuk mengurangi dampak gangguan kesehatan yang bisa terjadi.

  3. Terkait abu, masyarakat juga diimbau mengamankan sarana air bersih, seperti sumur, dan membersihkan atap rumah. Jika abu terlalu tebal, dikhawatirkan dapat memicu terjadinya bangunan roboh.

  4. Masyarakat yang tinggal di sepanjang sungai yang berhulu di Sinabung diimbau selalu waspada akan kemungkinan adanya aliran lahar.

Gunung api tertinggi di provinsi Sumatera Utara tersebut memang sudah mengalami erupsi sejak 2013, meski tidak secara terus-menerus.

Karakter erupsi yang terjadi seperti letusan eksplosif disertai pembentukan kubah lava di bagian puncak.

 

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X