Kompas.com - 26/02/2021, 20:34 WIB
Pertunjukan barongsai dalam acara pawai seni dan budaya Bogor Street Festival Cap Go Meh (CGM) 2020 di Jalan Suryakencana, Kota Bogor, Sabtu (8/2/20). Humas Pemprov JabarPertunjukan barongsai dalam acara pawai seni dan budaya Bogor Street Festival Cap Go Meh (CGM) 2020 di Jalan Suryakencana, Kota Bogor, Sabtu (8/2/20).

JAKARTA, KOMPAS.com - Hari ini, Jumat (26/2/2021), merupakan perayaan Cap Go Meh.

Cap Go Meh dirayakan 15 hari setelah perayaan Tahun Baru China atau Imlek. Tahun ini, Imlek dirayakan pada 12 Februari 2021, sehingga perayaan Cap Go Meh jatuh pada hari ini.

Dosen Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sebelas Maret, Dwi Susanto, mengatakan, sebutan Cap Go Meh hanya dikenal di Indonesia karena pengaruh dari bahasa Hokkien, sedangkan di wilayah lain, perayaan 15 hari setelah Imlek memiliki nama yang berbeda-beda.

Dalam konteks internasional, Cap Go Meh disebut sebagai Lantern Festival atau Festival Lentera (Lampion), sedangkan di Tiongkok, perayaan tersebut dikenal sebagai Yuánxiojié atau Shàngyuánjié.

Walaupun memiliki nama atau sebutan berbeda-beda, perayaan Cap Go Meh di berbagai wilayah memiliki esensi yang sama.

Perayaan yang berasal dari Tiongkok tersebut kemudian mengalami adaptasi dengan budaya Indonesia.

Salah satunya dengan munculnya kuliner adaptasi dari dua budaya tersebut.

"Di Indonesia ada lontong Cap Go Meh. Itu masakan adaptasi, dari masakan kita dengan mereka. Perayaan makanan dan sebagainya, itu mesti adaptasi dengan lingkungan sekitar, enggak mungkin akan membuat sendiri," ujar Dwi.

Baca juga: Momen Cap Go Meh, Ini 5 Diskon Menarik yang Dapat Anda Coba

Seperti apa tradisi lain yang biasanya dilakukan saat Cap Go Meh?

Tradisi perayaan Cap Go Meh

Melansir China Highlights, meski bervariasi antar satu daerah dengan daerah lain, namun ada beberapa tradisi yang dianggap sebagai inti dari perayaan Cap Go Meh, antara lain:

1. Menyalakan dan memasang lampion

Menyalakan lampion merupakan inti dari perayaan Cap Go Meh.

Dengan memasang lampion, seseorang juga memanjatkan doa agar mendapat masa depan yang cerah, dan diberkahi dengan keberuntungan.

Perempuan yang menginginkan anak, juga disarankan untuk berjalan di bawah lampion, sembari berdoa agar harapnnya itu dikabulkan.

2. Teka-teki lampion

Pemilik lampion akan menaruh teka-teki atau tebak-tebakan di secarik kertas, yang kemudian diletakkan di dalam lampion yang mereka gantung.

Orang-orang kemudian mencoba menebak jawaban dari teka-teki itu.

Jika mereka yakin jawabannya benar, mereka bisa menarik kertas berisi teka-teki dan membawanya ke pemilik lampion untuk memastikan jawaban mereka.

Jika jawabannya benar, pemilik lampion akan memberikan bingkisan kecil sebagai hadiah.

3. Tarian barongsai

Barongsai adalah tarian tradisional Tiongkok, yang asal-usulnya bisa dilacak hingga ke era Tiga Kerajaan.

Masyarakat dahulu percaya bahwa Barongsai atau singa, merupakan simbol dari keberanian dan kekuatan, serta bisa menghalau setan dan melindungi orang-orang juga ternak.

Oleh karena itu, tarian Barongsai selalui dipertunjukkan di setiap acara penting, terutama Cap Go Meh, karena dipercaya bisa menghalau setan dan sebagai perwujudan doa agar mendapat keberuntungan serta keselamatan.

Baca juga: Tidak Ada Atraksi Barongsai dan Karnaval Naga dalam Perayaan Cap Go Meh Tahun Ini


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X