Calon Kapolri Listyo Sigit Akan Hidupkan Pam Swakarsa, Pengamat: Potensi Penyalahgunaan Wewenang

Kompas.com - 21/01/2021, 07:05 WIB
Kabareskrim Polri yang juga calon Kapolri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo (tengah) bersiap mengikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan Calon Kapolri di ruang Komisi III DPR, Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/1/2021). Calon Kapolri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo merupakan calon tunggal Kapolri yang diajukan Presiden Joko Widodo ke DPR untuk menggantikan Jenderal Pol Idham Aziz yang memasuki masa pensiun. ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTAKabareskrim Polri yang juga calon Kapolri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo (tengah) bersiap mengikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan Calon Kapolri di ruang Komisi III DPR, Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/1/2021). Calon Kapolri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo merupakan calon tunggal Kapolri yang diajukan Presiden Joko Widodo ke DPR untuk menggantikan Jenderal Pol Idham Aziz yang memasuki masa pensiun.

KOMPAS.com - Calon tunggal Kapolri Komjen Listyo Sigit Prabowo mengaku akan menghidupkan kembali pasukan pengamanan masyarakat atau Pam Swakarsa.

Hal itu disampaikan jenderal bintang tiga yang kini masih menjabat Kepala Bareskrim Polri itu saat melakukan uji kelayakan dan kepatutan atau Fit and Proper Test calon Kapolri.

"Pam Swakarsa harus lebih diperanaktifkan untuk mewujudkan Kamtibmas. Jadi, kita hidupkan kembali," kata Komjen Listyo Sigit di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Rabu (20/1/2021) dikutip dari Kompas.tv.

Baca juga: Pam Swakarsa Hidup Lagi, Ada Apa?

Menurut Listyo, Pam Swakarsa dihidupkan sebagai upaya untuk mewujudkan keamanan dan ketertiban masyarakat atau Kamtibmas. Pada periode sebelumnya, wacana serupa juga diusung oleh Kapolri Jenderal Idham Azis.

Idham menandatangani Peraturan Kapolri Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pengamanan Swakarsa atau Pam Swakarsa, pada 4 Agustus 2020. Dalam aturan itu, Pam Swakarsa memobilisasi petugas satuan pengaman (Satpam) dan satuan keamanan lingkungan (Satkamling) di lingkup masyarakat.

Kontroversi

Direktur Riset Setara Institut Halili Hasan menyatakan bahwa memang Listyo Sigit tidak dapat menganulir begitu saja peraturan yang sudah ada.

"Sebenarnya peraturan Kapolri Idham yang memicu itu. Menurut saya Pak Sigit dalam posisi tidak mungkin menganulir apa yang secara normatif sudah dilembagakan dalam bentuk peraturan Kapolri," kata Halili saat dihubungi Kompas.com pada Rabu (20/1/2021).

Pam Swakarsa sempat menjadi pembahasan kontroversial karena ada sejarah kelam yang membuat masyarakat khawatir.

Baca juga: Bagaimana Sejarah Pam Swakarsa?

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X