[HOAKS] Santri di Jember Menjadi Korban Vaksin Sinovac

Kompas.com - 17/01/2021, 16:29 WIB
Ilustrasi hoaks KOMPAS.com/AKBAR BHAYU TAMTOMOIlustrasi hoaks
Penulis Tim Cek Fakta
|
EditorTim Cek Fakta
hoaks

hoaks!

Berdasarkan verifikasi Kompas.com sejauh ini, informasi ini tidak benar.

KOMPAS.com - Di media sosial, beredar informasi yang menyebut santri di Jember, Jawa Timur menjadi korban vaksin Covid-19 Sinovac.

Bersamaan dengan narasi itu, pengunggah juga membagikan video dengan judul "Puluhan Santri Pingsan Usai Imunisasi Difteri".

Selain itu, tampilan layar di video berdurasi 2 menit tersebut bertuliskan "Gawat... Gawat...! Viral Kan Niiih Waspada Pembantaian Masal".

Dari penelusuran yang dilakukan Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi yang menyebut santri di Jember, Jawa Timur menjadi korban vaksin Sinovac adalah tidak benar alias hoaks.

Baca juga: [HOAKS] Informasi yang Menyebut Presiden Joko Widodo Disuntik Vaksin Buatan Eropa

Narasi yang beredar

Beredar di media sosial sebuah informasi yang menyebut santri di Jember, Jawa Timur menjadi korban vaksin Sinovac.

Unggahan itu dibagikan oleh akun Facebook Rahmat Lubis, Rabu (13/1/2021).

Berikut narasinya:

"Vaksin sinovac memakan korban lagi kali ini santri dari jember.... pekerjaan paling aneh org sehat kok disuntik macam gk ad kerjaan lain".

Tangkapan layar unggahan yang menyebut santri di Jember, Jawa Timur menjadi korban vaksin Sinovac.FACEBOOK Tangkapan layar unggahan yang menyebut santri di Jember, Jawa Timur menjadi korban vaksin Sinovac.

Narasi yang dituliskan oleh akun Facebook Rahmat Lubis itu merespons unggahan video berjudul "Puluhan Santri Pingsan Usai Imunisasi Difteri" yang diunggah oleh akun Facebook Misman.

Dari pantauan Kompas.com, dari detik pertama hingga berakhirnya video itu, tampak adanya narasi bertuliskan "Gawat... Gawat...! Viral Kan Niiih Waspada Pembantaian Masal" di sisi atas video.

Dalam video tersebut tampak beberapa santri lemas. Mereka terlihat digendong dan dibawa ke suatu ruangan. Di ruangan tersebut mereka terbaring lemas.

Para santri tersebut disebutkan dalam video berasal dari Pondok Pesantren Madinatul Ulum, Jember.

Baca juga: [HOAKS] Cairan yang Disuntikkan kepada Presiden Jokowi Bukan Vaksin, tetapi Vitamin atau Air Tajin

Penelusuran Kompas.com

Pertama-tama, Tim Cek Fakta Kompas.com menelusuri apakah benar ada santri di Pondok Pesantren Madinatul Ulum, Jember yang menjadi korban vaksin Sinovac.

Yayasan Pondok Pesantren Madinatul Ulum, Jember melalui surat edaran nomor 138/YPP.MU/I/2021 yang diunggah di Instagram resmi Pondok Pesantren Madinatul Ulum, @madinatululum_ membantah kabar tersebut.

Pihak yayasan menegaskan, suasana seperti yang terekam di video tersebut adalah saat vaksinasi difteri yang dilakukan oleh Puskesmas Jenggawah pada tiga tahun lalu, tepatnya 28 Februari 2018.

Tangkapan layar Surat Edaran YPP. Madinatul Ulum terkait video Vaksinasi Difteri 3 tahun lalu yang disebar ulang dan dikaitkan dengan Vaksinasi Covid-19.Instagram/@vmadinatululum_ Tangkapan layar Surat Edaran YPP. Madinatul Ulum terkait video Vaksinasi Difteri 3 tahun lalu yang disebar ulang dan dikaitkan dengan Vaksinasi Covid-19.

HOAKS ATAU FAKTA?

Jika Anda mengetahui ada berita viral yang hoaks atau fakta, silakan klik tombol laporkan hoaks di bawah ini

closeLaporkan Hoaks checkCek Fakta Lain
Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X