Mesir Umumkan Penemuan Besar di Situs Arkeologi Saqqara, Apa Isinya?

Kompas.com - 17/01/2021, 14:02 WIB
Sarkofagus kuno, ditemukan di sebuah pekuburan yang luas, dipamerkan di Saqqara, Giza, Mesir, Sabtu, 14 November 2020. AP/Nariman El-MoftySarkofagus kuno, ditemukan di sebuah pekuburan yang luas, dipamerkan di Saqqara, Giza, Mesir, Sabtu, 14 November 2020.

KOMPAS.com - Mesir mengumumkan penemuan harta karun baru di situs Saqqara, selatan Kairo pada Sabtu (16/1/2021).

Termasuk di antara temuan itu adalah kuli penguburan kuno.

Kementerian Pariwisata dan Barang Antik mengatakan, penemuan besar yang dibuat oleh tim arkeolog Mesir ini juga mencakup lebih dari 50 sarkofagus.

Melansir AFP, Sabtu (16/1/2021), Sarkofagus kayu itu ditemukan di 52 poros pemakaman dengan kedalaman 10 hingga 12 meter.

Ketua Tim Arkeolog Zahi Hawass menyebutkan, kuil pemakaman Ratu Naert, istri Raja Teti serta tiga gudang dari batu bata ditemukan di situs tersebut.

Saqqara merupakan situs kuburan luas di ibu kota Mesir kuno Memphis dan masuk dalam Situs Warisan Dunia UNESCO.

Dalam situs itu, terdapat lebih dari selusin piramida, biara kuno, dan situs pemakaman hewan.

Baca juga: Arkeolog Turki Temukan Segel Berusia Ribuan Tahun dari Era Mesir Kuno

Pada November 2020, Mesir mengumumkan penemuan lebih dari 100 sarkofagus utuh, penemuan terbesar tahun lalu.

Peti mati kayu yang ditemukan saat itu, berasal dari lebih dari 2.500 tahun dan milik pejabat tinggi dari Periode Akhir dan periode Ptolemeus Mesir Kuno.

Saat itu, Menteri Purbakala dan Pariwisata Khaled al-Anani meramalkan isi Saqqara belum semuanya terungkap.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Penyakit Endemik di Indonesia, dari Malaria, DBD hingga TBC

5 Penyakit Endemik di Indonesia, dari Malaria, DBD hingga TBC

Tren
Setahun Corona di Indonesia, Ini Cara Seniman Bertahan di Masa Pandemi

Setahun Corona di Indonesia, Ini Cara Seniman Bertahan di Masa Pandemi

Tren
Setahun Covid-19 dan Membatasi yang Merusak Kehidupan Kita

Setahun Covid-19 dan Membatasi yang Merusak Kehidupan Kita

Tren
Gunung Sinabung Erupsi, Tinggi Kolom Abu Mencapai Setinggi 5.000 Meter

Gunung Sinabung Erupsi, Tinggi Kolom Abu Mencapai Setinggi 5.000 Meter

Tren
Update Corona di Dunia 2 Maret: 10 Negara Kasus Tertinggi | WHO Jelaskan Penyebab Peningkatan Kasus

Update Corona di Dunia 2 Maret: 10 Negara Kasus Tertinggi | WHO Jelaskan Penyebab Peningkatan Kasus

Tren
Jangan Lakukan 5 Kesalahan Ini agar Bakteri Tak Berkembang di Kulkas

Jangan Lakukan 5 Kesalahan Ini agar Bakteri Tak Berkembang di Kulkas

Tren
[HOAKS] Gibran Akan Bangun Disneyland di Simpang Komplang Solo

[HOAKS] Gibran Akan Bangun Disneyland di Simpang Komplang Solo

Tren
Setahun Pandemi Corona di Indonesia, Ini 5 Tempat yang Disebut 80 Persen Rawan Penularan Virus

Setahun Pandemi Corona di Indonesia, Ini 5 Tempat yang Disebut 80 Persen Rawan Penularan Virus

Tren
Setahun sejak Kasus Corona Pertama, Ini Kondisi Pandemi di Indonesia

Setahun sejak Kasus Corona Pertama, Ini Kondisi Pandemi di Indonesia

Tren
[POPULER TREN] Ramai 'Kamu Belum Berhasil' di Dashboard Prakerja | WHO Ingatkan Corona Bisa Jadi Endemik

[POPULER TREN] Ramai "Kamu Belum Berhasil" di Dashboard Prakerja | WHO Ingatkan Corona Bisa Jadi Endemik

Tren
Simak, Ini Perbedaan Kuota Gratis Kemendikbud Tahun 2020 dan 2021

Simak, Ini Perbedaan Kuota Gratis Kemendikbud Tahun 2020 dan 2021

Tren
Menkes Terbitkan Aturan Vaksin Mandiri, Ini Bedanya dengan Vaksinasi Prioritas Pemerintah

Menkes Terbitkan Aturan Vaksin Mandiri, Ini Bedanya dengan Vaksinasi Prioritas Pemerintah

Tren
WHO Sebut Covid-19 Bisa Jadi Penyakit Endemik, Ini Bedanya dengan Epidemi, dan Pandemi

WHO Sebut Covid-19 Bisa Jadi Penyakit Endemik, Ini Bedanya dengan Epidemi, dan Pandemi

Tren
Kakao M Vs Spotify, Kekecewaan Artis Korea, dan Respons Penggemar KPop

Kakao M Vs Spotify, Kekecewaan Artis Korea, dan Respons Penggemar KPop

Tren
Dua Bir Ini Banyak Dicari, Tak Memabukkan, Justru Menyehatkan

Dua Bir Ini Banyak Dicari, Tak Memabukkan, Justru Menyehatkan

Tren
komentar
Close Ads X