BUMN Indonesia Berjaya Mengglobal

Kompas.com - 17/01/2021, 11:45 WIB
Logo Kementerian BUMN Kementerian BUMNLogo Kementerian BUMN

DI tengah kemelut pagebluk Corona terberitakan sinergi segitiga BUMN antara PT Len Industri (Persero), PT Barata Indonesia (Persero), PT INKA (Persero) telah menandatangani kontrak kerja dengan TSG Global Holdings untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 200 Mega Watt peak (MWp) di Kinshasa, Republik Demokratik Kongo, Afrika.

Kongo

Direktur Operasi I PT Len Industri, Linus Andor M. Sijabat, mengatakan, kerjasama Indonesia-Afrika dalam realisasi kontrak kerja ini merupakan momentum Len Industri mengembangkan eksistensi bisnisnya di pasar luar negeri, khususnya dalam bidang energi terbarukan.

TSG melalui afiliasinya di Republik Demokratik Kongo, Sunplus S.A.R.L, telah membentuk kerja sama agar proyek ini terealisasi.

PLTS Kinshasa 200 MWp akan dibangun pada lahan seluas kurang lebih 300 ha dengan nilai kontrak sebesar 175 juta dolar Amerika atau setara Rp 2,59 triliun, dan merupakan tahap awal dari pembangunan PLTS 1.000 MWp di area tersebut.

PLTS akan dibangun dengan sistem ground-mounted (di atas tanah) dan on-grid atau terhubung/terkoneksi dengan jaringan (grid), artinya bersama pembangkit lainnya ikut menyuplai beban di jaringan listrik yang sama.

Pemanfaatan energi listrik yang dihasilkan akan didayagunakan untuk wilayah di Kinsasha, Kongo yang belum teraliri listrik.

TSG juga menggandeng Len Industri menjajaki peluang kerja sama proyek transportasi di Kongo, serta proyek infrastruktur dan bendungan bersama BUMN lain seperti Wika dan Inka.

Setelah berhasil membuktikan kemampuan membangun sistem perkeretaapian di level nasional, Len Industri akan ekspansi ke level global demi ikut bersaing memperebutkan pangsa pasar industri di Afrika dan Asia Pasifik.

Mengglobal

Sebagai seorang insan warga Indonesia, sudah barang tentu saya bangga bahwa tiga BUMN Indonesia memperoleh kepercayaan untuk membangun PLTS bahkan juga proyek transportasi serta infrastruktur di Kongo.

Akhirnya terbukti bangsa Indonesia bukan cuma konsumtif maka hanya bisa berperan sebagai konsumen namun juga produktif maka mampu berjaya sebagai produsen di panggung ekonomi dunia.

Besar harapan saya bahwa akibat sudah terbukti mampu membangun PLTS di Kongo maka dapat diyakini bahwa Indonesia juga sudah mampu memenuhi kebutuhan listrik di dalam negeri sendiri. Maka tidak perlu impor listrik dari negara tetangga.

Putra-putri terbaik Indonesia juga pasti mampu mandiri membangun jalur kereta api cepat Jakarta-Bandung-Semarang-Yogyakarta-Surabaya.

Seluruh pembangunan infra-struktur pasti juga sudah bisa dipercayakan kepada putra-putri terbaik bangsa Indonesia sendiri tanpa campur tangan bangsa asing. Merdeka!


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Korupsi, Mantan Presiden Perancis Nicolas Sarkozy Divonis Penjara 3 Tahun

Korupsi, Mantan Presiden Perancis Nicolas Sarkozy Divonis Penjara 3 Tahun

Tren
5 Penyakit Endemik di Indonesia, dari Malaria, DBD hingga TBC

5 Penyakit Endemik di Indonesia, dari Malaria, DBD hingga TBC

Tren
Setahun Corona di Indonesia, Ini Cara Seniman Bertahan di Masa Pandemi

Setahun Corona di Indonesia, Ini Cara Seniman Bertahan di Masa Pandemi

Tren
Setahun Covid-19 dan Membatasi yang Merusak Kehidupan Kita

Setahun Covid-19 dan Membatasi yang Merusak Kehidupan Kita

Tren
Gunung Sinabung Erupsi, Tinggi Kolom Abu Mencapai Setinggi 5.000 Meter

Gunung Sinabung Erupsi, Tinggi Kolom Abu Mencapai Setinggi 5.000 Meter

Tren
Update Corona di Dunia 2 Maret: 10 Negara Kasus Tertinggi | WHO Jelaskan Penyebab Peningkatan Kasus

Update Corona di Dunia 2 Maret: 10 Negara Kasus Tertinggi | WHO Jelaskan Penyebab Peningkatan Kasus

Tren
Jangan Lakukan 5 Kesalahan Ini agar Bakteri Tak Berkembang di Kulkas

Jangan Lakukan 5 Kesalahan Ini agar Bakteri Tak Berkembang di Kulkas

Tren
[HOAKS] Gibran Akan Bangun Disneyland di Simpang Komplang Solo

[HOAKS] Gibran Akan Bangun Disneyland di Simpang Komplang Solo

Tren
Setahun Pandemi Corona di Indonesia, Ini 5 Tempat yang Disebut 80 Persen Rawan Penularan Virus

Setahun Pandemi Corona di Indonesia, Ini 5 Tempat yang Disebut 80 Persen Rawan Penularan Virus

Tren
Setahun sejak Kasus Corona Pertama, Ini Kondisi Pandemi di Indonesia

Setahun sejak Kasus Corona Pertama, Ini Kondisi Pandemi di Indonesia

Tren
[POPULER TREN] Ramai 'Kamu Belum Berhasil' di Dashboard Prakerja | WHO Ingatkan Corona Bisa Jadi Endemik

[POPULER TREN] Ramai "Kamu Belum Berhasil" di Dashboard Prakerja | WHO Ingatkan Corona Bisa Jadi Endemik

Tren
Simak, Ini Perbedaan Kuota Gratis Kemendikbud Tahun 2020 dan 2021

Simak, Ini Perbedaan Kuota Gratis Kemendikbud Tahun 2020 dan 2021

Tren
Menkes Terbitkan Aturan Vaksin Mandiri, Ini Bedanya dengan Vaksinasi Prioritas Pemerintah

Menkes Terbitkan Aturan Vaksin Mandiri, Ini Bedanya dengan Vaksinasi Prioritas Pemerintah

Tren
WHO Sebut Covid-19 Bisa Jadi Penyakit Endemik, Ini Bedanya dengan Epidemi, dan Pandemi

WHO Sebut Covid-19 Bisa Jadi Penyakit Endemik, Ini Bedanya dengan Epidemi, dan Pandemi

Tren
Kakao M Vs Spotify, Kekecewaan Artis Korea, dan Respons Penggemar KPop

Kakao M Vs Spotify, Kekecewaan Artis Korea, dan Respons Penggemar KPop

Tren
komentar
Close Ads X