Sepekan Hilang, Berikut Hasil Operasi Pencarian Sriwijaya SJ 182

Kompas.com - 16/01/2021, 16:05 WIB
TNI Angkatan Laut (AL) melibatkan unsur udara pesawat CN-235 MPA untuk turut membantu pencarian korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air yang jatuh Sabtu pekan lalu di perairan antara Pulau Lancang dan Pulau Laki, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, Kamis (14/1/2021). Pangkoarmada I Laksamana Muda TNI Abdul Rasyid yang secara langsung memimpin pencarian di lokasi mengatakan, pelibatan pesawat CN-235 Patmar ini dimaksudkan untuk mengamati permukaan di area jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182. DOK. TNI ALTNI Angkatan Laut (AL) melibatkan unsur udara pesawat CN-235 MPA untuk turut membantu pencarian korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air yang jatuh Sabtu pekan lalu di perairan antara Pulau Lancang dan Pulau Laki, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, Kamis (14/1/2021). Pangkoarmada I Laksamana Muda TNI Abdul Rasyid yang secara langsung memimpin pencarian di lokasi mengatakan, pelibatan pesawat CN-235 Patmar ini dimaksudkan untuk mengamati permukaan di area jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182.

KOMPAS.com - Tepat sepekan yang lalu, 9 Januari 2021, pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang mengangkut 62 jiwa itu hilang kontak dan dipastikan jatuh di perairan Kepulauan Seribu sesaat setelah lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng menuju Pontianak.

Beberapa saat setelah kejadian, otoritas terkait langsung menerjunkan tim pencarian untuk menemukan badan pesawat juga seluruh orang yang ada di dalamnya.

Tim ini terdiri dari berbagai elemen, yakni Badan SAR Nasional, TNI dan Polri, juga relawan.

Setiap harinya, mereka terus mengupayakan untuk melakukan operasi pencarian Sriwijaya SJ 182, terutama mencari korban dan juga kotak hitam (black box) pesawat yang dapat mengungkap terjadinya kecelakaan.

Baca juga: Jadi Komponen Penting Pesawat, Bagaimana Cara Kerja Black Box?

Berikut hal-hal yang sudah berhasil ditemukan oleh tim gabungan dari peristiwa jatuhnya pesawat Sriwijaya SJ 182:

FDR

Pertama adalah salah satu bagian kotak hitam yang disebut sebagai FDR (Flight Data Recorder).

FDR berhasil ditemukan oleh tim pencari pada hari ketiga setelah peristiwa, tepatnya 12 Januari 2021 pada pukul 14.00 WIB di titik yang sebelumnya sudah berhasil dipetakan atau ditandai oleh TNI Angkatan Laut.

Bagian FDR ini merekam segala informasi teknis terkait pesawat selama terbang sebelum akhirnya jatuh di perairan Kepulauan Seribu.

Meski demikian, salah satu bagian kotak hitam yang lain, yakni CVR (Cockpit Voice Recorder) yang berisi rekaman percakapan pilot di kokpit belum berhasil ditemukan hingga saat ini.

Baca juga: Sriwijaya Air SJ 182 Berusia 26 Tahun, Apakah Usia Berpengaruh terhadap Kecelakaan Pesawat?

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X