Pesan Kak Seto untuk Guru: Kurikulum Tak Perlu Tuntas, Targetnya Anak Bahagia dan Sehat

Kompas.com - 02/12/2020, 14:32 WIB
Ilustrasi belajar dari rumah. ShutterstockIlustrasi belajar dari rumah.
|

KOMPAS.com - Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Seto Mulyadi ( Kak Seto), menilai ada persepsi guru yang harus diubah dalam pembelajaran di masa pandemi virus corona.

Terlebih, dengan diterapkannya pembelajaran jarak jauh ( PJJ) atau belajar online.

Ia menjumpai, dalam pelaksanaannya, banyak guru masih memberikan materi pelajaran berdasarkan kurikulum yang diajarkan dalam kondisi normal.

Padahal menurutnya, pembelajaran saat ini seharusnya tidak terlalu menargetkan capaian akademik.

"Enggak usah menuntaskan kurikulum, karena targetnya adalah membuat anak gembira, bahagia, dan sehat," kata Kak Seto saat dihubungi Kompas.com, Selasa (2/12/2020).

Hal tersebut selaras dengan Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19.

Selain itu, ia meminta agar tak mengkhawatirkan jika adanya penurunan pada rating Program for International Student Assessment (PISA). Sebab, di masa pandemi ini, menurut Kak Seto yang terpenting ialah kesehatan dan kebahagiaan anak.

Bahkan, Kak Seto menyarankan agar semua anak dinaikkan kelas atau diluluskan karena Indonesia tengah berada di kondisi darurat dan jumlah pasien Covid-19 masih terus meningkat. 

Baca juga: Tips bagi Orangtua Atasi Stres Saat Dampingi Anak Belajar Online

Berdasarkan rekomendasi Mendikbud Nadiem Makarim, Kak Seto menjelaskan, ada lima poin penting dalam pembelajaran selama pandemi. Berikut rinciannya:

  1. Etika, ini diperlukan supaya anak dapat mengetahui cara bekerja sama dengan teman sebaya maupun orangtua.
  2. Estetika, anak perlu belajar hal tersebut agar memahami tentang keindahan dan kerapian.
  3. Pendidikan akademik seperti IPTEK. Hal tersebu ditempatkan pada urutan ketiga karena saat ini lebih dikedepankan pada pendidikan karakter dan kemampuan anak untuk survive.
  4. Nasionalisme, anak perlu diajarkan supaya mencintai Tanah Air dengan diperkenalkan pada lagu-lagu nasional, budaya daerah, atau karya-karya anak bangsa.
  5. Pembelajaran mengenai hidup sehat yang sesuai dengan kondisi pandemi virus corona.

Baca juga: Senangnya Para Murid Bisa ke Sekolah Lagi dan Tak Repot Belajar Daring

Pembelajaran online

Terkait PJJ, Kak Seto mengakui tak sedikit anak yang semangat belajarnya luntur. Terlebih karena di rumah anak tidak bertemu dengan teman-temannya.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Listyo Sigit Prabowo dan Sederet Kapolri Pendahulunya...

Listyo Sigit Prabowo dan Sederet Kapolri Pendahulunya...

Tren
10 Negara dengan Militer Terkuat di Dunia 2021, Bagaimana dengan Indonesia?

10 Negara dengan Militer Terkuat di Dunia 2021, Bagaimana dengan Indonesia?

Tren
Kenali, Berikut Tanda-tanda Suatu Gunung Api Mulai Aktif

Kenali, Berikut Tanda-tanda Suatu Gunung Api Mulai Aktif

Tren
Mendominasi Penduduk Indonesia, Mari Mengenal Generasi Z dan Milenial

Mendominasi Penduduk Indonesia, Mari Mengenal Generasi Z dan Milenial

Tren
[KLARIFIKASI] Daftar Hotel di Jakarta untuk Isolasi Mandiri yang Biayanya Ditanggung Pemerintah

[KLARIFIKASI] Daftar Hotel di Jakarta untuk Isolasi Mandiri yang Biayanya Ditanggung Pemerintah

Tren
Selain Raung, Berikut 5 Gunung yang Dinilai Mulai Aktif di Indonesia, Mana Saja?

Selain Raung, Berikut 5 Gunung yang Dinilai Mulai Aktif di Indonesia, Mana Saja?

Tren
Mengintip Spesifikasi Maung Pindad Versi Sipil yang Akan Dijual Mulai Rp 600 Jutaan

Mengintip Spesifikasi Maung Pindad Versi Sipil yang Akan Dijual Mulai Rp 600 Jutaan

Tren
Jam Buka dan Daftar 46 Stasiun di Jawa-Sumatera yang Layani Rapid Test Antigen

Jam Buka dan Daftar 46 Stasiun di Jawa-Sumatera yang Layani Rapid Test Antigen

Tren
PPKM Diperpanjang, Ini 52 Zona Merah di Jawa-Bali

PPKM Diperpanjang, Ini 52 Zona Merah di Jawa-Bali

Tren
Kemenkes: Vaksin Sinovac Berisi Virus Mati, Hampir Tak Mungkin Sebabkan Orang Terinfeksi

Kemenkes: Vaksin Sinovac Berisi Virus Mati, Hampir Tak Mungkin Sebabkan Orang Terinfeksi

Tren
Daftar Negara dengan Militer Terkuat di Dunia 2021, Indonesia Juara 1 di ASEAN, 20 Besar di Dunia

Daftar Negara dengan Militer Terkuat di Dunia 2021, Indonesia Juara 1 di ASEAN, 20 Besar di Dunia

Tren
Mengenal Lempeng Filipina Pemicu Gempa di Talaud, hingga Sejarah Gempanya

Mengenal Lempeng Filipina Pemicu Gempa di Talaud, hingga Sejarah Gempanya

Tren
Studi Temukan Vaksin Pfizer Kemungkinan Besar Efektif Lawan Varian Baru Virus Corona

Studi Temukan Vaksin Pfizer Kemungkinan Besar Efektif Lawan Varian Baru Virus Corona

Tren
Bupati Sleman Positif Covid-19 meski Sudah Divaksin, Ini Kata Kemenkes

Bupati Sleman Positif Covid-19 meski Sudah Divaksin, Ini Kata Kemenkes

Tren
[HOAKS] Vaksinasi Jokowi Gagal dan Harus Diulang

[HOAKS] Vaksinasi Jokowi Gagal dan Harus Diulang

Tren
komentar
Close Ads X