Ribuan Pekerja Terkena Covid-19, Pabrik Sarung Tangan Lateks Terbesar Tutup 28 Pabriknya

Kompas.com - 24/11/2020, 19:31 WIB
Ilustrasi pabrik SHUTTERSTOCKIlustrasi pabrik

KOMPAS.com - Beragam kegiatan industri terpaksa terjeda atau bahkan terganggu selama pandemi Covid-19 melanda, demi menghindari atau meminimalisir potensi penularan virus di area pabrik.

Hal serupa juga terjadi pada industri pembuat sarung tangan lateks terbesar dunia, Top Glove, di pabrik yang ada di Malaysia.

Akibat infeksi virus corona yang terjadi hampir pada 2.500 karyawannya, perusahaan terpaksa menutup lebih dari setengah pabrik dari total 41 pabrik yang dimilikinya di Malaysia.

Baca juga: Malaysia Laporkan Lonjakan Kasus Covid-19, Dipicu oleh Pemilu Sabah

Melansir BBC, Selasa (24/11/2020), pihak berwenang menyatakan sebanyak 28 pabrik akan ditutup secara bertahap demi mengendalikan penularan yang terjadi.

Pada Senin (23/1/2020), Kementerian Kesehatan Malaysia melaporkan adanya peningkatan kasus infeksi dalam jumlah yang tajam di area pabrik dan asrama Top Glove berada.

Direktur Jenderal Kesehatan Malaysia, Noor Hisham Abdullah menyebut dari total 5.767 pekerja yang sudah diperiksa, 2.453 di antaranya dinyatakan positif mengidap Covid-19.

Hal ini sebagaimana diberitakan oleh Reuters, Senin (23/11/2020).

Baca juga: Saat Efektivitas Vaksin Pfizer Diklaim Mencapai 95 Persen...

Kompleks asrama yang padat

Mayoritas pekerjanya berasal dari Nepal.

Selama ini mereka bekerja lebih keras melayani permintaan pasar akan sarung tangan lateks sebagai salah satu alat perlindungan diri, terutama sejak pandemi Covid-19 mendera.

Namun kondisi kerja mereka dikhawatirkan, karena sebagai pekerja imigran, mereka tinggal di kompleks asrama yang padat.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X